Mengenal Seni Beladiri Silat Beksi

Mengenal Seni Beladiri Silat Beksi

Fkossmpkotajakarta.web.id – Silat Beksi merupakan salah satu seni bela diri Betawi yang merupakan perpaduan antara budaya asli Indonesia dengan budaya Tiongkok. Jika dilihat secara bahasa, “Beksi” berasal dari kata “Bek” yang berarti pertahanan dari bahasa Belanda dan “Si (Tsi) yang berarti empat dari bahasa Tiongkok.

Jadi silat Beksi maksudnya adalah pertahanan dari empat penjuru. Selain itu silat “Beksi” juga adalah singkatan yang dapat diartikan ‘berbaktilah engkau kepada seruan Ilahi” dan juga ‘berbaktilah engkau kepada sesama insan’. Ini sebagai seruan aplikasi perbuatan baik yang wajib di jalani setelah seseorang belajar Beksi.

Seni bela diri Beksi adalah merupakan ilmu bela diri yang memadukan antara seni, keindahan, ketepatan dalam mencapai sasaran, kekuatan, kecepatan serta kedinamisan dalam gerak dan olah pukul yang serta sikut yang keras.
Keseluruhan dari ilmu serta seni di atas terangkum dan tertata secara apik melalui dimensi gerak, pukulan serta sikut yang keras yang merupakan ciri khas tersendiri yang membedakan ilmu bela diri “Beksi” dengan ilmu bela diri lainnya.

Dalam ilmu beladiri Beksi terdapat berbagai macam jurus-jurus yang memiliki ciri khas tersendiri. Jurus-jurus pada BEKSI terkenal dengan pukulan serta tendangan yang keras, cepat, ringkas dan mengarah pada tempat-tempat yang mematikan pada tubuh lawan.

Pada ilmu bela diri Beksi, sebelum mempelajari jurus, murid biasanya mengikuti syarat penerimaan siswa/i yang disebut Rosulan atau Ngerosul, yaitu kegiatan atau ritual berupa tawasul disertai zikir tahlil memanjatkan doa pada Allah. Ini dimaksudkan agar dalam mempelajari seni bela diri “Beksi” diberi kemudahan, kekuatan, ketabahan dan kesabaran.

Dalam permainan jurus pada “Beksi”, ada banyak gerakan yang menghentakkan kaki ke lantai, yang disebut Gedi serta gerakan tangan yang sangat cepat. Oleh sebab itu dianjurkan untuk melotot dan tidak berkedip dalam melihat gerak lawan.

Selain gerakan pada tangan maupun kaki, pelajaran senjata tajam juga diberikan, yaitu ilmu golok. Ilmu golok pada silat Beksi terdiri dari dua jurus, yaitu jurus golok satu dan dua.

Jurus golok 1 dipecah lagi jadi jurus satu hingga jurus tujuh. Sementara jurus golok 2 dipecah menjadi dua jurus, yaitu jurus satu dan dua. Kombinasi jurus baik tangan kosong maupun golok sangat sangat penting dalam Beksi sehingga bisa tercipta berbagai jurus lagi.

Baca Juga : Lenong Jaman Dulu Dan Kini

Butuh proses, ketekunan, motivasi serta kesabaran untuk bisa mempelajari seni bela diri Beksi.

Para tokoh maupun warga asli keturunan Betawi pada zaman modern ini sedang berupaya untuk menjaga dan melestarikan budaya tradisional seperti silat Betawi. Hal-hal kebudayaan seperti Beksi ini seharusnya dapat menjadi perhatian untuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, regenerasi mutlak dalam hal ini.

Ada banyak cara untuk dapat melestarikan kebudayaan asli daerah setempat, salah satu caranya adalah dengan adanya sanggar atau tempat latihan di balai masyarakat, atau seperti di UPT Balai Latihan Kesenian.

Selain itu, seni bela diri tradisional “Silat Betawi” seperti Beksi dapat dijadikan sebagai Ekstrakulikuler di sekolah. Namun sayang seribu sayang, pihak sekolah yang dalam hal ini berada di bawah Pemprov Jakarta malah terkesan mempersulit.

Lenong Jaman Dulu Dan Kini

Lenong Jaman Dulu Dan Kini

Fkossmpkotajakarta.web.id – Bila kita pernah mendengar penggalan dialog di atas di sebuah acara televisi, di benak kita mungkin akan segera terlintas sebuah kesenian bernama Lenong yang berasal dari budaya Betawi.

Lenong dikenal sebagai drama penuh banyolan (lelucon) yang khas disertai kostum para pemain mengenakan pakaian Betawi. Dalam pementasan sesekali terselip sebuah pantun, mungkin begitulah bayangan benak kita tentang Lenong.

Ape sih Lenong entu?

Lenong merupakan pertunjukan teater tradisional yang berasal dari Betawi, yang merupakan suku asli ibu kota Jakarta. Cerita-cerita yang dimainkan dalam kesenian Lenong biasanya berisi kisah kepahlawanan, seperti Si Pitung, Jampang, ataupun cerita tentang kehidupan sehari-hari. Selama pementasan, Lenong akan diiringi dengan Gambang Kromong, yang merupakan orkes khas Betawi. Pada umumnya Lenong juga dimainkan di atas panggung sama seperti kesenian teater lainnya.

Perlu teman-teman ketahui bahwa kesenian Lenong ini muncul akibat adanya pengaruh dari budaya Tionghoa yang kira-kira muncul pada sekitar abad ke-19. Awal mulanya kesenian Lenong merupakan hasil adaptasi dari seni Gambang Kromong ke dalam bentuk teater. Tidak lama kemudian, kesenian ini berkembang menjadi sebuah kesenian tersendiri yang kemudian hari dikenal sebagai Lenong.

Keberadaan Lenong ini dimaksudkan sebagai media untuk menyampaikan pesan nilai dan moral secara langsung melalui cerita yang dimainkan oleh para pemeran pada kesenian Lenong. Hal ini karena pada kesenian lainnya seperti Tari ataupun Silat, meski memiliki pesan nilai dan moral yang baik, akan tetapi pesan-pesan sulit tersampaikan secara langsung karena tidak melalui ucapan. Meskipun begitu, Lenong tetap mengedepankan unsur hiburannya sehingga penonton lebih menikmati dan pesan yang disampaikan tersebut tidak terasa kaku.

Baca Juga : Mengenal Tanjidor Musik Tradisional Betawi

Pementasan Lenong

Terdapat beberapa hal yang membedakan Lenong dengan kesenian teater lainnnya, baik sebelum cerita mulai dimainkan maupun pada saat babak-babak cerita mulai dimainkan. Sebelum memasuki inti dari sandiwara Lenong, terdapat beberapa prosesi khusus yang dilakukan. Prosesi pertama yang dilakukan disebut sebagai ungkup. Di dalam ungkup ini biasanya berisi pembawaan doa.

Selanjutnya, pada prosesi kedua dilakukan sepik, yakni penyambutan berupa penjelasan cerita yang pada nantinya akan dimainkan. Setelah prosesi sepik selesai, baru kemudian memasuki prosesi akhir yang berfungsi untuk pengenalan masing-masing para pemain, sebelum memasuki inti cerita dari sandiwara Lenong yang kemudian benar-benar dimainkan.

Inti sandiwara cerita yang dipentaskan di panggung ini dimainkan secara babak demi babak. Selama berjalannya cerita, seringkali terselip sebuah pantun serta banyolan-banyolan (lelucon) yang menjadi ciri khas Lenong. Bahkan pantun dan banyolan tersebut menjadi sebuah trademark yang unik bagi kesenian Lenong. Selain itu, salah satu yang menjadi ciri khas Lenong adalah kebebasan untuk melakukan improvisasi di dalam dialog selama masih dalam benang merah cerita yang dimainkan karena di dalam Lenong memang sengaja tidak diciptakan naskah baku bagi pemainnya. Akibat tidak ada naskah baku, terkadang pementasan Lenong di masa lalu bisa berlangsung semalaman hingga subuh.

Lenong Denes dan Lenong Preman

Seperti yang telah diceritakan di awal tulisan, kebanyakan dari kita mengetahui bahwa Lenong menggunakan bahasa betawi sehari-hari dengan dialek berakhiran “e” seperti “ape”, “kagak lupe”, dsb. Namun, faktanya tidak semua lenong memakai bahasa sehari-hari. Hal ini menyesuaikan dengan jenis Lenong yang dimainkan.

Pada dasarnya, Lenong terbagi menjadi dua jenis, yakni Lenong Denes dan Lenong Preman, dengan fiturnya masing-masing. Pada Lenong Denes (berasal dari kata denes dalam dialek betawi yang berarti “dinas” atau “resmi”), pertunjukan yang ditampilkan lebih formal dengan latar cerita dan kostum bertemakan kerajaan, serta dibawakan dalam bahasa Melayu. Pada Lenong Preman, bahasa serta latar yang digunakan adalah bahasa dan latar kehidupan sehari-hari. Selain itu, cerita yang dibawakan juga berkenaan dengan kehidupan sehari-hari atau tentang cerita kepahlawanan seperti Si Pitung, Jampang, Mirah Macan Marunda, dsb.

Lenong Kini

Pada era modern, kesenian Lenong telah mengalami berbagai perubahan bentuk apabila dibandingkan dengan awal kemunculannya. Perubahan-perubahan tersebut dimaksudkan untuk melakukan penyesuaian dengan perkembangan zaman agar kesenian Lenong dapat bertahan di tengah gerusan globalisasi. Salah satunya adalah dengan cara memperpendek durasi cerita Lenong.

Saat ini, cerita yang dimainkan pada ksesenian Lenong berdurasi sekitar 1–3 jam, bahkan ada yang kurang dari itu. Pendeknya durasi cerita kesenian Lenong yang dimainkan saat ini juga menyesuaikan masyarakat saat ini yang hanya menonton kesenian Lenong apabila memiliki waktu senggang. Demi mengikuti selera masyarakat, Lenong Preman jauh lebih sering dimainkan bila dibandingkan dengan jenis Lenong Denes.

Lenong pun mulai diadaptasi pada beberapa acara televisi. Meski demikian, menurut pendapat Yasmine Z. Shahab yang merupakan seorang Antropolog dari Universitas Indonesia saat diwawancarai oleh Jakarta Post, ia menjelaskan bahwa sandiwara pementasan yang dimainkan dalam acara TV itu sebenarnya bukanlah Lenong karena hanya mengubah bahasa menjadi gue, elu, kenape, dsb. Bahkan, tidak jarang digunakan banyolan yang terkesan kasar sehingga seolah mencitrakan bahwa seperti itulah ciri banyolan dalam Lenong (yang tentu saja bukan).

Atas adanya acara permainan sandiwara di dalam TV yang menyebutkan memainkan kesenian Lenong dengan beberapa perubahan tersebut, Yasmine menyampaikan keberatannya, bahwa seniman Betawi seharusnya tidak mengorbankan akar dari kesenian Lenong yang hanya demi diterimanya Lenong dalam masyarakat modern. Menurut beliau, hal ini disebabkan masih banyak masyarakat yang ingin menikmati identitas asli kesenian Lenong.

Pada akhirnya, di tengah masuknya berbagai kesenian dan budaya baru akibat pengaruh globalisasi, kita sebagai pemuda-pemudi harapan bangsa diharapkan dapat berperan aktif menjaga dan melestarikan kesenian dan kebudayaan asli Indonesia. Salah satu kesenian tersebut adalah Lenong yang berasal dari Betawi. Jangan sampai identitas dan nilai-nilai kebaikan yang terkandung dalam Lenong (dan kesenian tradisional lainnya) hilang tergerus oleh arus globalisasi, atau dimainkan setengah hati oleh pegiat acara TV.

Mengenal Tanjidor Musik Tradisional Betawi

Mengenal Tanjidor Musik Tradisional Betawi

Fkossmpkotajakarta.web.idTanjidor merupakan salah satu kesenian musik tradisional Betawi. Musik tradisional ini mendapat pengaruh kuat dari musik Eropa seperti Belanda dan Portugis, serta musik tradisional Cina.

Saat zaman penjajahan, penghasilan seniman tanjidor berasal dari saweran penonton yang hadir di acara hajatan besar tuan tanah atau bangsawan Eropa.

Sejarawan muda Betawi JJ Rizal menjelaskan, pada tahun 1952, keberadaan tanjidor dilarang oleh Wali kota Sudiro. “Musik tradisional ini dianggap merendahkan orang pribumi, karena saweran orang Tionghoa yang berikan kepada seniman tanjidor dianggap meminta-minta,” jelasnya

Padahal, menurut Rizal, saweran tersebut bukan merendahkan. Justru sebuah apresiasi karena orang Tionghoa menganggap tanjidor sebagai sebuah rahmat yang melindungi dari segala malapetaka dan hal-hal yang buruk.

Kamu yang sudah memainkan permainan ceme online atau taruhan kartu online maka kamu tidak akan asing lagi dengan permainan ceme. Namun karena permainan ini menggunkan koneksi internet maka tidak semua bettor pemula mengerti cara login untuk permainan ini. Untuk dapat bermain ceme online, maka anda diharuskan masuk kedalam situs poker yang menyediakan permainan ceme online.

Akibat pelarangan itulah, tanjidor mulai mengalami kemerosotan. “Namun mereka masih bisa tetap bertahan meski jumlahnya berkurang. Dari ratusan grup yang ada, berkurang menjadi sekitar puluhan jumlahnya di tahun 1980-an,” ungkapnya.

Dan hingga saat ini, lanjut Rizal, jumlahnya hanya sekitar 30 grup tanjidor di Jakarta.

Ironisnya, di tengah teriak nyaring Gubernur dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang ingin menjadikan Betawi sebagai identitas kultural kota Jakarta, Rizal menilai, kenyataannya justru bertolak belakang. Ia berpendapat kepedulian Gubernur dan Pemprov DKI masih sangat kurang.

Baca Juga : Fakta Ondel Ondel Betawi Yang Kamu Belum Tahu

Ini terlihat dari eksistensi tanjidor yang mengalami krisis apresiasi dari masyarakat saat ini. Tak hanya itu, grup-grup tanjidor pun menghadapi kendala regenerasi.

“Otomatis mereka juga menghadapi kesulitan ekonomi, karena akhirnya tidak bisa lagi menjadikan tanjidor sebagai mata pencarian utamanya. Di titik inilah kemerosotan tanjidor semakin terjadi,” jelas Rizal prihatin.

Meski diakuinya masih ada generasi muda yang mau mempertahankan musik tradisional tersebut, tetapi jumlahnya masih jauh dari harapan. Karenanya Rizal berharap generasi muda yang terpanggil untuk melestarikan tanjidor dapat membuat inovasi, terobosan atau kreativitas baru agar tanjidor bisa bertahan, dan beradaptasi sesuai perkembangan zaman tanpa meninggalkan ciri khasnya.

Kreativitas ini, kata Rizal, sangat mungkin dilakukan mengingat tanjidor memang mempunyai keluwesan untuk berkolaborasi menjadi berbagai macam jenis tanji.

“Ada tanji lenong, tanji topeng (jipeng), tanji orkes (jikres), tanji dengan musik dangdut (tanjidut), tanji dengan musik Sunda maupun melayu dan masih banyak lagi,” ujarnya bersemangat.

Oleh karena itulah Rizal berharap, nantinya generasi muda dapat mengemasnya sedemikian rupa yang menarik perhatian masyarakat dari berbagai usia dan latar belakang.

“Misalnya membuat tanji rock, tanji jazz atau tanji classic. Namun, musik tanjidornya yang asli harus tetap diperhatikan” tambahnya.

Dengan kolaborasi tersebut, Rizal berharap, kelak tanjidor tak hanya tampil di acara resmi seperti pernikahan dan penyambutan tamu agung, tetapi juga di acara yang lebih luas lagi seperti pesta, konser atau pertunjukan musik modern.

Fakta Ondel Ondel Betawi Yang Kamu Belum Tahu

Fakta Ondel Ondel Betawi Yang Kamu Belum Tahu

Fkossmpkotajakarta.web.id – Selain dikenal sebagai budaya khas betawi, ondel ondel juga dikenal sebagai simbol Ibu Kota DKI Jakarta. Boneka setinggi dua meter ini akrab terlihat di berbagai perayaan besar, seperti acara pernikahan, hajatan, sunatan, hingga acara peresmian atau pembukaan.

Tapi, tahukah kamu kalau ondel-ondel sesungguhnya sudah ada di Jakarta sejak abad 16? Dan tahukah kamu kalau almarhum Benyamin memiliki peran besar dalam memperkenalkan ondel-ondel? Kalau belum tahu, yuk simak asal usul ondel ondel di bawah ini.

1. Ondel-ondel masuk ke Indonesia sejak abad 16

Pengamat ondel-ondel sekaligus pemerhati budaya Betawi, Ahmad Suaip, menceritakan bahwa boneka yang kerap tampil berpasang ini pertama kali disebut dalam karya ilmiah peneliti asal Inggris.

“Ondel-ondel pertama kali muncul di Batavia pada abad ke-16. Waktu itu sebutannye beloman ondel-ondel, tapi boneka raksasa. Itu ditulis sama W Scott dalam bukunya. Dia ngeliat boneka raksasa diarak keliling kampung. Bentuknya hampir samalah kira-kira. Dari keterangan itu berarti ondel-ondel sudah ada sejak abad 16,” katanya

2. Nama awalnya adalah Barongan

Kemudian, pria yang sehari-hari disapa Davi Kemayoran ini mengisahkan, mereka yang terlahir pada era 1900-an cenderung mengenal ondel-ondel dengan istilah barongan.

“Dulu ondel-ondel namanya Barogan. Namanya barong ya biasanya serem, matanya sangar, die becaling, mukanya merah, kumisnya melintang, serem deh pokoknye,” tambahnya dengan logat Betawi yang sangat kental.

“Karena bentuknya yang serem, jadi banyak yang takut. Apalagi anak-anak,” sambung Davi.

Baca Juga : Deretan Tradisi Unik Betawi yang Raib Ditelan Zaman

3. Namanya mulai berubah sejak lagu Bang Benyamin

Nama Barongan perlahan mulai berganti sejak almarhum Benyamin merilis lagunya yang berjudul ondel-ondel. Oleh karenanya, pertama kali nama ondel-ondel muncul di Kemayoran.

“Nama ondel-ondel pertama kali muncul di Kemayoran, itu dari lagunya Bang Ben judulnye ondel-ondel. Walaupun waktu lagu itu keluar, memang berubahnya perlahan,” pangkas pria berusia 43 tahun itu.

4. Penampilan ondel-ondel perlahan diubah oleh Ali Sadikin

Mantan Gubernur DKI Jakarta periode 1966-1977 Ali Sadikin memiliki kontribusi besar dalam perkembangan penampilan ondel-ondel. Pasalnya, dia mengubah wajah ondel-ondel yang sebelumnya bertaring dan menyeramkan menjadi wajah yang tampak bersahabat.

“Nah pas di eranya Gubernur Ali Sadikin wajahnya diperhalus dikit-dikit, jadi udah gak serem lagi. Sekarang malah mukanya udah halus banget ye kan. Awalnya anak kecil takut, sekarang malah jadi objek selfie anak-anak kan,” tutup Davi.

Deretan Tradisi Unik Betawi yang Raib Ditelan Zaman

Deretan Tradisi Unik Betawi yang Raib Ditelan Zaman

Fkossmpkotajakarta.web.id – Masyarakat Betawi terkenal dengan ragam tradisi uniknya. Namun seiring perkembangan zaman, ragam kegiatan yang telah diwariskan para leluhur itu perlahan menjadi punah.

Menurut aktivis Lembaga Kebudayaan Betawi, Yahya Andi Saputra, tradisi yang raib itu menyelimuti beberapa jenis adat. Mulai dari seni hingga ritual terkait dengan sosio-kultural.

Musik sampyong merupakan musik rakyat Betawi pinggiran yang paling sederhana dibanding musik Betawi lainnya. Nama musik ini berasal dari nama salah satu alat musik, yaitu sampyong, semacam kordofan bambu berdawai dua utas.

Orkes ini selalu mengiringi tari uncul dan permainan ujungan, yakni permainan yang terdiri dari dua pasangan laki-laki yang saling memukul betis lawannya dengan tongkat rotan sepanjang 80 cm.

Kesenian musik sampyong ini telah berkembang sejak masa Kerajaan Salakanagara.

Gambang Kromong Dalem

Selain itu, kata Yahya, ada juga musik gambang kromong lagu dalam yang tinggal kenangan. Dalam jenisnya, jenis gambang kromong terbagi atas lagu dalem, lagu sayur, dan modern.

“Gambang kromong dalem itu semacam yang klasiknya. Nah kalau yang modern, kayak musik yang dibawain sama Haji Benyamin Suaeb,” jelas dia.

Lagu-lagu yang dibawakan pada musik gambang kromong merupakan lagu-lagu yang isinya bersifat humor, penuh gembira, dan kadangkala bersifat ejekan atau sindiran. Pembawaan lagunya dinyanyikan secara bergilir antara laki-laki dan perempuan sebagai lawannya.

Kesenian lainnya tak tak ditemui saat ini, yaitu seni ubrug. Seni tersebut hilang seiring minimnya sosok yang mampu menjadi lakon pertunjukan tersebut.

“Tradisi yang sudah hilang juga adalah seni ubrug. Sekarang seni pertunjukan ini sudah bermetamorfosis ke seni topeng. Udah enggak ada yang main, tapi kostumnya masih ada,” ungkap ayah satu putri ini.

Ubrug Betawi biasa tampil di berbagai tempat seperti panggung hajatan, kampung–kampung, pasar, maupun stasiun. Untuk menarik penonton, pemain ubrug Betawi biasanya membunyikan terompet, rebana biang, dan gendang di sepanjang perjalanan. Nantinya, para penonton memberikan saweran usai menikmati pertunjukan tersebut.

Dalam pagelaran itu, para lakon biasanya melontarkan banyolan khas Betawi yang mengundang tawa penonton. Humor yang dibawakan pemain seringkali bersifat kritik sosial dan sindiran terhadap seseorang atau sekelompok yang dianggap menyimpang adat kebiasaan yang berlaku.

Namun hal pokok yang ada pada teater ubrug Betawi hanyalah sebuah pertunjukan yang menghibur di mana jalur cerita adalah hal yang kurang begitu diperhitungkan.

Baca Juga : Beberapa Tempat Wisata Alam di Jakarta yang Hits

Piara Pengantin

Sedangkan dari segi adat pernikahan, Betawi memiliki tradisi yang unik. Kata Yahya, sebelum proses pernikahan digelar, calon mempelai pengantin wanita harus menjalani ritual khusus agar proses acara nantinya dapat berjalan dengan baik.

“Di pernikahan, ada yang namanya tradisi piara pengantin,” ungkap dia.

Piara pengantin itu, ucap dia, dilakukan oleh orang khusus yang dianggap memiliki keistimewaan. Dia akan melakukan perawatan sang calon pengantin dalam beberapa hari hingga acara berlangsung.

“Jadi dua minggu sebelum akad, pengantin wanita itu dirawat, dipiara,” ujar dia.

Dalam proses pingit itu, sang calon mempelai wanita akan menjalani sejumlah terapi kecantikan. Seperti lulur, memapas gigi, juga ada rambut pengantin yang dihilangkan. “Itu ada jampi-jampinya,” ujar dia.

Selain itu, ada pula pantangan yang harus ditaati selama proses pingit itu. Sang calon mempelai wanita diminta tidak mengonsumi makanan yang mengandung minyak serta tidak diperkenankan kulitnya terpapar sinar matahari pada jam tertentu.

“Ada pantangannya juga, ada. Misal enggak boleh makan makanan yang digoreng. Juga tidak boleh kena matahari pada jam tertentu, agar tidak mempengaruhi pori-pori kulit yang sudah diterapi,” ujar dia.

Setelah proses itu dijalani secara sempurna, sang pengantin wanita selanjutnya siap untuk menjalani akad nikah. Kesempatan itu menjadi momen berharga yang tak dapat dilupakan.

“Pas acaranya, pengantin itu bagaikan raja dan ratu. Baunya harum,” ujar dia.

Sebab Tradisi Raib

Menurut Yahya, banyak faktor yang menjadi penyebab hilangnya tradisi unik tersebut. Di antaranya minimnya pengenalan tradisi ini terhadap keturunan masyarakat Betawi.

“Tradisi itu diwariskan oleh para penduhulu kita secara alamiah. Biasanya kalau bapaknya tampil, anaknya ikut dan menyaksikan. Dan itu menjadi ajang transfer ilmu secara alami,” jelas Yahya.

Tak hanya itu, penyebab lain ialah kurangnya perhatian seniman Betawi terhadap kearifan lokal yang sudah lama terjaga. Mereka menjadi lupa tatkala telah menjadi publik figur.

“Ada beberapa seniman yang dimanjakan media. Seniman muda misalnya yang tenar lewat sinetron. Itu membuat mereka besar kepala,” ujar pria kelahiran 56 tahun lalu itu.

Namun begitu, dia meyakini kesenian tradisional mempunyai kemampuan dalam mempertahankan jati dirinya. Bahkan tradisi yang tenggelam itu akan kembali muncul dengan konsep yang berbeda.

“Tradisi yang sudah meninggal suatu saat muncul dengan chasing berbeda. Tapi kita tidak boleh tinggal diam melihat kondisi itu terjadi,” ucap dia.

Karena itu, dia meminta kepada masyarakat dan pemerintah daerah agar dapat memperhatikan tradisi yang ada. Jangan sampai kearifan lokal itu hilang tergerus hanya sebab tak adanya kepedulian dari semua pihak.

“Semua masyarakat Jakarta, siapa pun itu harus dikenalkan kembali tradisi itu,” pinta pria yang pernah menjadi wartawan majalah ini.

Beberapa Tempat Wisata Alam di Jakarta yang Hits

Beberapa Tempat Wisata Alam di Jakarta yang Hits

Fkossmpkotajakarta.web.id – Kota Jakarta merupakan ibukota dari Indonesia mungkin identik dengan pusat bisnis dan pusat pemerintahan. Jakarta sebagai kota metropolitan memang didominasi oleh hutan beton, seperti gedung-gedung pencakar langit yang berbaris rapat. Namun bukan berarti Jakarta adalah tempat yang tidak layak untuk dikunjungi sebagai destinasi wisata. Justru, banyak sekali tempat wisata di Jakarta yang bisa jadi pilihan liburan.

Di balik tingginya gedung pencakar langit dan gemerlap kotanya, ternyata Jakarta menyimpan banyak keindahan destinasi wisata. Tempat wisata di Jakarta bahkan cukup beragam. Tempat wisata bertema keluarga, ramah anak, taman hiburan, taman kota, wisata malam, wisata kuliner, wisata pendidikan, wisata budaya, hingga wisata alam, semua ada di Jakarta.

Berikut ini tempat wisata alam di Jakarta yang bisa kamu kunjungi untuk liburan singkat sekaligus refresh pikiran.

1. Kepulauan Seribu

Bicara soal tempat wisata alam di Jakarta, Kepulauan Seribu tentu tak boleh dilewatkan. Kepulauan ini adalah destinasi wisata bahari terbaik di Jakarta. Dari sebelas pulau kecil yang ada dalam gugus kepulauan ini, banyak di antaranya yang menjadi pulau wisata. Kamu bisa berwisata bahari di Pulau Bidadari dan Pulau Putri. Juga bisa mengunjungi Pulau Tidung, Pulau Pramuka, atau Pulau Untung Jawa. Di tempat wisata satu ini kamu bisa berwisata sambil merefresh pikiran.

Baca Juga : Beberapa Rute Bus Wisata Jakarta yang Ajak Berkeliling Menikmati Ibukota

2. Taman Wisata Alam Mangrove

Ingin main-main ke hutan Mangrove? Kamu bisa berkunjung ke Penjaringan, Jakarta Utara. Di sana ada Taman Wisata Alam Angke Kapuk yang populer sebagai spot foto yang instagramable. Jika bosan berjalan kaki, kamu bisa menyusuri mangrove dengan wahana wisata air. Hutan bakau yang berlokasi di Kapuk Muara, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, dengan luas 99,82 hektare ini selalu ramai dikunjungi saat musim liburan.

3. Taman Situ Lembang

Taman Situ Lembang merupakan salah satu taman tertua di Jakarta dan memiliki danau kecil yang airnya berasal dari sumber air alam. Tempat wisata ini ada di Jalan Lembang Terusan D-59, Menteng, Jakarta Pusat. Danau alami ini berada di kawasan yang cukup tersembunyi dan jauh dari jalan raya, suasananya sangat syahdu dan cocok untuk istirahat dari padatnya aktivitas harian. Di taman ini terdapat fasilitas arena pemancingan, trek lari, dan arena permainan anak.

4. Hutan Kota Srengseng

Jakarta Barat punya hutan kota yang terhampar seluas 15 hektar. Hutan Kota Srengseng namanya. Tak hanya dipenuhi ribuan pohon yang menjulang tinggi, hutan ini juga punya danau buatan yang cukup luas. Jika kamu tak punya banyak waktu untuk berlibur ke luar kota, Hutan Kota Srengseng bisa menjadi alternatif untuk liburan singkat. Meskipun datang di siang hari, kamu tidak akan merasa gerah karena keseluruhan kawasan di hutan ini sangat rindang dan sejuk. Terdapat sekitar 4.800 pohon dengan 63 varietas berbeda, di hutan buatan yang sudah ada sejak 1995. Hawanya yang sejuk membuat betah berlama-lama.

5. Taman Cattleya

Taman Cattleya merupakan “surga alami” yang berada tak jauh dari Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat. Berada persis di pusat hiruk pikuk kawasan Slipi, taman yang luasnya mencapai 3 hektar ini menawarkan kesegaran dengan banyak pepohonan rindang dan beragam fasilitas. Di sini, kamu bisa berlari santai, bermain sepeda, atau sekadar menikmati suasana. Pada bagian tengah taman, ada pula danau seperti di Hutan Kota Srengseng. Tak hanya itu, Taman Cattleya juga menyediakan area khusus untuk berolahraga dengan beragam alat pendukung.

6. Setu Babakan

Tempat wisata di Jakarta lainnya yang bisa kamu tuju ketika ingin ‘kabur’ sejenak dari suasana ibu kota yang sibuk adalah Setu Babakan. Di sini kamu bisa merasakan kesegaran alam dengan menaiki perahu angsa berkeliling danau. Objek wisata satu ini memiliki luas yang mencapai 30 hektar dengan pepohonan rindang yang mengelilingi sisi danau. Sambil menikmati alam, pastikan kamu juga mencicipi beragam kuliner khas Betawi di sini.

Beberapa Rute Bus Wisata Jakarta yang Ajak Berkeliling Menikmati Ibukota

Beberapa Rute Bus Wisata Jakarta yang Ajak Berkeliling Menikmati Ibukota

Fkossmpkotajakarta.web.id – Rute bus yang ada  untuk wisata Jakarta adalah rute yang perlu diketahui jika berencana berlibur di ibukota. Jakarta, sebagai ibukota memiliki banyak destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Mulai dari sejarah hingga belanja, Jakarta menjadi destinasi wisata yang banyak diminati.

Banyak cara untuk dapat mengakses tempat-tempat wisata di Jakarta. Salah satu cara mudah untuk dapat mengunjungi tempat-tempat ini adalah menggunakan bus wisata. Pemerintah kota Jakarta menyediakan bus wisata yang bisa digunakan para wisatawan.

Bus wisata ini dikelola oleh PT Transportasi Jakarta atau yang biasa dikenal dengan TransJakarta. Bus wisata Transjakarta ini disebut dengan bus Jakarta Explorer. Tercatat hingga saat ini TransJakarta memiliki 7 rute bus wisata Jakarta.

Rute bus wisata Jakarta ini meliputi tempat-tempat menarik di ibukota mulai dari ikon hingga tempat belanja di Jakarta. Dengan bus ini wisatawan akan dibawa berkeliling Jakarta. Menariknya, bus Jakarta Explorer ini dapat dinaiki dengan gratis. 7 rute bus wisata Jakarta tersebar di berbagai titik wisata Jakarta.

Jadwal dan rute bus wisata Jakarta sudah diatur oleh pihak TransJakarta. Bagi Anda yang berencana berkeliling Jakarta dengan bus Jakarta Explorer, penting untuk mengetahui rute bus wisata Jakarta.

Berikut rute bus wisata Jakarta

Rute bus Sejarah Jakarta (History of Jakarta)

Rute bus wisata Jakarta yang pertama melayani rute ke tempat-tempat bersejarah di Jakarta. Dengan bus ini Anda dapat berkeliling sekaligus mempelajari tempat-tempat bersejarah di Jakarta.

Rute ini meliputi Monumen Nasional – Balai Kota – Museum Nasional – Gedung Arsip – Museum BI – BNI 46 – Gedung Kesenian Jakarta – Juanda/Istiqlal.

Bus wisata sejarah Jakarta ini dapat diakses dari Senin sampai Sabtu, mulai pukul 10 pagi hingga 6 sore. Sementara pada hari Minggu, Anda dapat berkeliling dengan bus ini dari pukukl 12 siang hingga pukul 7 malam.

Baca Juga : Beberapa Wisata Malam Jakarta dari Sejarah hingga Kuliner

Rute bus Jakarta Baru (Jakarta Modern)

Rute bus wisata Jakarta yang kedua adalah Jakarta Baru atau Jakarta Modern. Rute ini mengajak wisatawan ke tempat-tempat modern yang ada di Jak. Dengan bus ini Anda bisa menikmati suasana metropolitan Jakarta modern.

Rute dari bus Jakarta Modern meliputi Monumen Monas 1 – Monas 2 – Balai Kota – Sarinah 1 – Sarinah 2 – Museum Nasional – Pecenongan – Pasar Baru/Gedung Kesenian Jakarta – Juanda/Istiqlal.

Bus Jakarta Modern tersedia Senin sampai Sabtu dari pukul 10 pagi hingga 6 sore. Sedangkan pada hari Minggu bus beroperasi pada pukul 12 siang hingga pukul 7 malam.

Rute bus Kesenian dan Kuliner (Art and Culinary)

Rute yang ketiga akan membawa Anda berkeliling ke pusat kesenian dan kuliner. Bus Kesenian dan Kuliner atau Art and Culinary melayani rute Anda dapat menikmati suasana kesenian dan nikmatnya kuliner khas Jakarta.

Rute bus yang diambil antara lain adalah Monas 1 – Monas 2 – Balai Kota – Sarinah 1 – Bundaran HI – Harmoni – Gedung Arsip – Museum BI – BNI 46 – Masjid Kebon Jeruk – Sawah Besar – Pecenongan – Pasar Baru/Gedung Kesenian Jakarta – Juanda/Istiqlal.

Bus wisata Art and Culinary tersedia hanya pada hari Sabtu pukul 5 sore hingga 11 malam. Dengan bus ini Anda bisa menikmati Jakarta di sore dan malam hari.

Rute bus Pencakar Langit (Jakarta Skyscrapers)

Bus wisata Jakarta Skyscrapers akan membawa Anda menikmati pengalaman berkeliling melewati gedung-gedung pencakar langit khas kota metropolitan. Suasana kota Jakarta penuh hiruk pikuk dan gedung-gedung yang menjulang dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Rute yang diambil bus ini adalah Monas 1 – Monas 2 – Balai Kota – Sarinah 1 – Tosari 1 – Sudirman – GBK 1 – Bundaran Senayan – GBK 2 – Tosari 2 – Bundaran HI – Sarinah 2 – Museum Nasional – Pecenongan – Pasar Baru/GKJ – Juanda/Istiqlal.

Bus wisata Jakarta Skyscrapers beroperasi tiap Senin sampai Sabtu pada pukul 10 pagi hingga 6 sore. Sedangkan di hari Minggu, bus beroperasi pada pukul 12 siang hingga 7 malam.

Rute bus Ruang Terbuka (Jakarta Open Space)

Rute bus yang kelima adalah bus wisata Jakarta Open Space. Bersama rute ini Anda akan dibawa menuju tempat-tempat yang memiliki ruang terbuka. Rute yang dilayani dengan bus ini meliputi Sarinah 2 – Balai Kota – Sarinah 1 – Tosari 1 – RPTRA Kalijodo – Tosari 2 – Bundaran HI.

Rute bus Jakarta Open Space dilayani dengan jadwal Senin sampai sabtu pukul 11 siang hingga 7 malam. Sedangkan pada hari minggu dilayani dari pukul 12 siang hingga 7 malam.

Rute bus Cagar Budaya Jakarta (Jakarta Heritage)

Selain wisata sejarah, dengan bus wisata Jakarta Anda dapat mengunjungi tempat-tempat cagar budaya. Bus wisata Jakarta Heritage siap mengantarkan Anda menuju tempat cagar budaya Jakarta yang penuh nilai sejarah.

Rute ini melayani perjalanan dari Monas 1 – Monas 2 – Balai Kota – Sarinah 1 – Tosari 1 – Maqom Mbah Priok – Tosari 2 – Bundaran HI – Sarinah 2 – Juanda/Istiqlal. Anda dapat menikmati wisata cagar budaya dengan bus wisata ini pada Sabtu dan Minggu pukul 1 siang hingga 9 malam.

Rute bus Belanja Jakarta (Jakarta Shopping)

Ke Jakarta tak lengkap jika tak mengunjungi pusat perbelanjaan. TransJakarta ternyata juga memiliki rute yang bisa mengajak Anda berkeliling ke tempat-tempat perbelanjaan yang terkenal di Jakarta.

Rute bus Jakarta Shopping mealayni perjalanan mulai Sarinah 2 – Balai Kota – Wisma Nusantara – Tosari – Dukuh Atas 3 – Karet Sudirman 1 – Plaza Sentral – Lapangan Panahan – Istora Senayan – Plaza Senayan – Senayan City – Karet Sudirman 2 – Dukuh Atas 2 – Tosari 2 – Plaza Indonesia. Jadwal Bus wisata Jakarta Shopping tersedia dari Senin sampai Jumat pukul 10 pagi hingga 6 sore, Sabtu dari pukul 10 pagi hingga 9 malam, dan hari Minggu pukul 12 siang hingga 7 malam.

Beberapa Wisata Malam Jakarta dari Sejarah hingga Kuliner

Beberapa Wisata Malam Jakarta dari Sejarah hingga Kuliner

Fkossmpkotajakarta.web.id – Wisata pada malam hari di Jakarta tak pernah sepi peminat. Jakarta menjadi destinasi wisata yang cukup banyak diminati wisatawan dalam dan luar negeri. Banyak pilihan tempat wisata yang ditawarkan Jakarta. Mulai dari alam, taman bermain, hingga wisata malam Jakarta.

Sebagai kota metropolitan, Jakarta merupakan kota yang tak pernah tidur. Hingga malam hari, Jakarta tak pernah sepi dari hiruk-pikuk. Wisata malam Jakarta menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak orang. Menikmati wisata malam Jakarta tak boleh terlewat jika singgah ke Ibu Kota.

Wisata malam Jakarta pun menawarkan berbagai pilihan. Mulai dari sejarah, seni, taman rekreasi, hingga alam, semuanya memesona dinikmati saat malam hari. Wisata malam Jakarta ini juga mudah diakses menggunakan transportasi umum, seperti TransJakarta atau KRL.

Jika Anda merencanakan liburan ke Jakarta, tak ada salahnya menikmati keindahan Jakarta di malam hari. Ada beberapa destinasi ikonik yang tak pernah sepi pengunjung. Lokasi ini bahkan begitu melegenda dan terkenal hingga mancanegara. Berikut lima pilihan wisata malam Jakarta.

Kawasan Kota Tua

Tak hanya ramai dikunjungi pada siang hari, kawasan Kota Tua juga menjadi tujuan para pelancong di malam hari. Kawasan Kota Tua menawarkan kemegahan bangunan dengan berbagai arsitektur bersejarah. Dulu, Kota Tua merupakan sebuah benteng, kanal dan gedung perkantoran milik Belanda.

Kini, Kawasan Kota Tua menjadi kawasan bersejarah yang tak pernah sepi pengunjung. Pada malam hari, pengunjung bisa duduk santai di depan Museum Fatahilah. Di malam hari wisatawan juga masih tetap bisa menikmati kemegahan bangunan tempo dulu dihiasi gemerlap lampu. Banyak pula spot foto menarik dengan latar belakang museum seperti Museum Wayang, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Bahari dan banyak lagi. Tersebar pula para patung-patung hidup yang siap untuk diajak berfoto.

Tak ketinggalan, ragam kuliner dan cenderamata dapat Anda temukan di tempat ini dengan mudah. Banyak pula kafe dan restoran dengan nuansa tempo dulu yang dapat Anda kunjungi di malam hari. Akses menuju Kota Tua juga mudah ditempuh karena berada di dekat pusat kota. Anda bisa menggunakan KRL, TransJakarta ataupun kendaraan pribadi.

Baca Juga : Beberapa Tempat Wisata di Jakarta yang Pernah Hits Yang Kini Tutup dan Sepi

Monas

Monumen Nasional, atau yang populer disebut Monas, adalah ikon kebanggaan Indonesia. Monumen setinggi 132 meter ini dibangun untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan. Kini, Monas menjadi salah satu tujuan wisata yang tak boleh terlewat di Jakarta.

Kawasan Monas buka pukul 8 pagi hingga 10 malam. Pada malam hari Anda bisa bersantai di pelataran monas. Anda juga bisa naik ke atas Tugu Monas dan menikmati gemerlap Jakarta malam hari dari ketinggian. Selain itu, Anda juga bisa menikmati pertunjukan air mancur yang ada di kawasan Monas.

Air mancur ini dikenal dengan nama air mancur pesona Monas. Dengan perpaduan lampu warna-warni dan iringan musik, pertunjukan air mancur ini dapat dinikmati secara gratis. Namun, pertunjukan ini hanya dibuka tiap Sabtu dan Minggu selama 30 menit dengan dua sesi. Sesi pertama pukul 19.30 WIB dan sesi kedua pukul 20.30 WIB.

Taman Ismail Marzuki

Taman Ismail Marzuki atau TIM terkenal sebagai pusat kesenian dan kebudayaan. TIM memiliki enam teater modern, balai pameran, galeri, gedung arsip, dan bioskop. Beragam acara kerap dihelat di tempat ini, tak terkecuali pada malam hari.

Di sini Anda dapat menyaksikan berbagai pertunjukan seni seperti musik, opera, teater, dan tari. Tak hanya itu, Anda juga bisa menonton film-film baru di di bioskop XXI. Ada pula Kineforum, komunitas film yang kerap memutar film pendek baik dari dalam maupun luar negeri. Ada pula pameran seni rupa di Galeri yang sudah disiapkan.

Pasar Baru

Pasar Baru merupakan salah satu pusat perdagangan tertua di Jakarta. Dulu, Pasar Baru merupakan sebuah kawasan perbelanjaan elite warga ekspatriat, karena memang lokasinya berdekatan dengan kawasan hunian elit di Jakarta. Kini, Pasar Baru bisa dikunjungi siapa saja.

Hingga malam hari, kawasan Pasar Baru tak pernah sepi pengunjung. Di Pasar Baru, Anda bisa berwisata kuliner. Ada berbagai pilihan kuliner yang siap untuk diicip, mulai dari Kerak Telor, Bakmi Gang Kelinci, hingga makanan khas Betawi lainnya. Tak cuma kuliner, Anda juga bisa berbelanja baju, tas, sepatu, dan lainnya dengan harga murah.

Pantai Ancol

Tak cuma keramaian dan kemegahan kota, wisata malam Jakarta juga bisa ditemui di kawasan Ancol. Wisata malam yang tak kalah menarik selanjutnya adalah Pantai Ancol. Pantai ini menjadi destinasi wisata warga Jakarta maupun para pelancong untuk melepas penat. Disini pengunjung bisa bersantai menikmati hembusan angin yang membuai.

Beragam kuliner juga dapat dinikmati di pantai Ancol. Di sini tersedia banyak kafe dan restoran yang siap memanjakan pengunjung dengan menu dan suasana pantai yang menenangkan.

Beberapa Tempat Wisata di Jakarta yang Pernah Hits Yang Kini Tutup dan Sepi

Beberapa Tempat Wisata di Jakarta yang Pernah Hits Yang Kini Tutup dan Sepi

Fkossmpkotajakarta.web.id – Sadar atau tidak, sebagai ibukota negara Jakarta punya banyak tempat wisata yang menarik. Sadar atau tidak untuk masyarakat yang tinggal di Jakarta sebenarnya kota yang tak terlalu besar ini memiliki banyak sekali destinasi wisata yang patut untuk dieksplorasi.

Meskipun tidak terlalu hits dibandingkan Bali yang menjadi destinasi wisata dunia, tapi Jakarta saat ini telah cukup banyak berbenah untuk mengembangkan sektor wisata. Misalnya dengan membuat Kepulauan Seribu sebagai salah satu Bali baru di Indonesia.

Selain itu ada sejumlah tempat wisata menarik di pusat maupun di pinggiran kota Jakarta. Ada yang ramai pengunjung tapi ada juga yang sepi peminat. Ada yang mampu bertahan lama tapi ada juga yang sudah tutup karena sepi pengunjung.

Penyebabnya tentu beragam. Ada yang kalah dengan perkembangan teknologi dan tren, Ada yang karena tergerus jaman atau kurang bisa beradaptasi dengan kemajuan jaman.

Dilansir dari beragam sumber, ada enam tempat wisata di Jakarta yang pernah hits dan selalu ramai pengunjung, tapi kini sudah sepi dan bahkan ada yang sudah lama tutup dan tidak beroperasi lagi.

Pasar Seni Ancol

Di era 80-an dan 90-an, Pasar Seni yang berada di kawasan Taman Impian Jaya Ancol (sekarang disebut Ancol Taman Impian), termasuk tempat wisata yang ramai pengunjung. Banyak karya para seniman Indonesia baik berupa lukisan, kerajinan tangan maupun seni lainnya, punya banyak peminat dan pembeli.

Selain itu ada panggung khusus yang menampilkan para penyanyi, pemusik maupun hiburan lainnya seperti melawak. Jauh sebelum ada Stand Up Comedy, dulu di Pasar Seni ada panggung lawak yang diisi beberapa pelawak top Indonesia.

Grup lawak legendaris Bagito bahkan pernah beberapa kali tampil serta beberapa pelawak yang pernah tergabung dalam grup Srimulat. Namun saat ini situasinya sudah jauh berubah. Meski hampir sebagian kios kios galeri lukis dan patung masih ada yang buka, tapi bisa dibilang sepi pengunjung apalagi pembeli.

Saat ini mereka lebih sering memanfaatkan teknologi seperti media sosial (medsos) atau relasi untuk menjual karya mereka. Para pengunjung Ancol di Jakarta Utara ini sepertinya lebih memilih pergi ke wahana permainan atau bermain di pantai.

Baca Juga : Tempat Paling Hits di Kawasan Kota Tua Jakarta

Parkir Timur Senayan

Label tempat tongkrongan anak muda kelas atas memang tak bisa lepas untuk kawasan yang dikenal dengan Parkir Timur (Parkit) Senayan. Meski tak memiliki fasilitas hiburan, kawasan yang berupa jalanan yang luas ini sering dimanfaatkan sebagai arena balapan terutama di malam hari.

Selain itu berbagai kelompok maupun komunitas penggemar mobil modifikasi juga banyak berkumpul di kawasan ini. Di pagi sampai sore hari, Parkir Timur biasanya digunakan untuk tempat belajar mengemudi mobil.

Di malam harinya, kawasan tersebut berubah total menjadi lebih ramai dan berwarna serta penuh mobil, terutama di akhir pekan. Terletak tak jauh dari kawasan Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Parkir Timur di era 80-an sampai 90-an jadi tempat nongkrong anak muda yang sangat hits.

Tak terhitung banyak acara yang ditujukan untuk muda, mulai dari otomotif sampai musik, digelar di tempat yang sangat luas tersebut. Kawasan ini juga pernah beberapa kali dipakai untuk tempat syuting iklan maupun film layar lebar.

Saat ini Parkir Timur dikembalikan fungsinya sebagai kawasan perparkiran GBK dan lahan penghijauan. Walaupun begitu tempat ini tak lagi jadi hits di kalangan remaja dan hanya ramai saat ada acara tertentu saja.

Teater Mobil Ancol

Kawasan Ancol, Jakarta Utara memang identik dengan kawasan wisata. Warga Jakarta boleh bangga. Karena dulu di Ancol pernah ada drive-in cinema alias teater mobil di kawasan Ancol.

Lokasinya di seberang Taman Impian Jaya Ancol. Teater Mobil adalaha bioskop yang memutar film layar lebar seperti bioskop pada umunya, tapi penontonnya berada di dalam mobil mereka masing-masing yang diparkir dengan rapi. Drive-in Theatre yang didirikan pada 1970 ini adalah yang pertama dan satu-satunya di Indonesia.

Teater ini dibangun di lahan seluas 5 hektar dan di tengahnya berdiri tegak layar raksasa berukuran 19 x 40 meter. Sesuai namanya, kalau mau nonton di sini, kita harus pakai mobil.

Teater Mobil Ancol masih eksis sampai sekitar 1990-an dan setelah itu tidak beroperasi lagi. Kini, kawasan tersebut sudah berubah fungsi menjadi Stasiun Gondola atau kereta gantung dan lahan parkir. Namun sampai saat ini tulisan ‘Teater Mobil’ masih tetap ada.

Taman Hiburan Rakyat Lokasari

Di tahun 1970-an, Jakarta Barat punya kawasan budaya dan hiburan yaitu Prinsen Park dan Tangkiwood. Setelah pamornya sudah memudar, dua tempat tersebut diremajakan oleh Pemprov DKI pada 1985. Prinsen Park pun berganti nama menjadi Tempat Hiburan Rakyat (THR) Lokasari.

Saat itu Lokasari menjadi gedung bioskop—Merpati, Tamansari, Mangga Besar, dan Rukiah—lapangan basket, kolam renang, berbagai kios cendera mata, sekolah dansa, bar, dan restoran Happy World.

Lalu ada sejumlah restoran yang menyajikan menu makanan ekstrem seperti ular, monyet, tenggiling, buaya, dan biawak. Memasuki era 90-an, Lokasari berubah menjadi kawasan tempat hiburan malam dan restoran yang kembali nyaris tak pernah tidur.

Namun setelah berganti nama menjadi Plaza Lokasari, tempat rekreasi itu kini semata-mata menjadi pasar atau pusat perbelanjaan. Bahkan kemudian lebih identik dengan kawasan hiburan malam. Kenangan akan taman budaya dan kawasan wisata pun sudah sirna.

Kafe Tenda Semanggi

Nama Kafe Tenda Semanggi (KTS) sangat terkenal pada akhir dekade 1990-an. Konsep warung dengan nuansa kaki lima tapi tertata dengan rapi merupakan aplikasi dari tren berdirinya warung tenda kekinian. Tren tersebut menjadi cikal bakal menjamurnya banyak warung tenda yang dikelola anak muda.

Selain itu sejumlah artis juga ada yang mendirikan warung tenda sebagai usaha sampingan. Melihat peluang tersebut, pengelola kawasan Sudirman akhirnya mendirikan KTS. Mereka menghadirkan konsep kenyamanan bagi pengunjung yang di dominasi anak muda dan sebagai salah satu tujuan wisata kuliner di Jakarta.

Hampir semua warung tenda di KTS menawarkan menu dengan harga terjangkau. Selain itu sejumlah acara hiburan juga sering digelar dan nyaris selalu ramai pengunjung. Salah satunya adalah berdirinya Comedy Café yang kemudian memunculkan sejumlah pelawak muda berbakat.

Namun seiring dengan hilangnya tren warung tenda, KTS yang saat itu sudah berjalan sekitar 10 tahun harus tutup dan berganti dengan bangunan tinggi serta perkantoran seperti SCBD. Beberapa tempat masih menyajikan kuliner dengan konsep resto dan kafe, tapi sudah tidak seramai dulu lagi.

Taman Ria Senayan

Di tahun 70-an dan 80-an, Taman Ria Senayan adalah salah satu tujuan wisata dan hiburan warga Jakarta. Berbagai fasilitas hiburan terbilang lengkap di tempat ini, Pengunjung juga bisa bersantai di tepi danau yang memiliki luas empat hektar yang memberi suasana ketenangan alami di tengah bisingnya kota Jakarta.

Awalnya bernama Taman Ria Remaja lalu berubah menjad Taman Ria Senayan, lokasinya yang mudah di jangkau dan berada di pusat kota, tepatnya di sebelah gedung DPR/MPR dan kantor pusat TVRI. Yang mungkin paling diingat adalah Kincir Ria atau wahana berbentuk roda besar yang berputar sehingga bisa melihat keindahan kelap-kelip lampu Ibu Kota dari lokasi yang tinggi.

Saat waktu libur sekolah, Taman Ria pun semakin ramai didatangi. Di tahun 80-an dan awal 90-an, grup lawak legendaris Srimulat sempat menjadikan Taman Ria Senayan sebagai tempat mereka manggung tiap akhir pekan.

Memasuki era 90-an, beberapa tempat hiburan memang sudah berdiri, antaranya Dunia Fantasi (Dufan) di kawasan Ancol. Buat mereka yang merasa Ancol terlalu jauh, bisa datang ke Taman Ria, Saat itu renovasi sudah dilakukan dengan dibuatnya berbagai wahana permainan yang tak jauh beda dengan di Dufan.

Harga tiket di Taman Ria pun jauh lebih murah. Namun memasuki awal 2000-an, Taman Ria Senayan yang berganti pengelola mulai ditinggalkan pengunjung. Satu persatu tempat hiburan, wahana permainan sampai kafe dan bar mulai berguguran dan akhirnya ditutup.

Pada 2010 kawasan yang memiliki luas sekira 10 hektar itu dibongkar dan langsung rata dengan tanah. Hanya ada satu bangunan yang tersisa di tempat itu sampai kini yaitu kawasan Restoran Pulau Dua. Berbagai rencana pembangunan seperti membuat pusat perbelanjaan, tak kunjung terlaksana.

Sampai sekarang kawasan Taman Ria Senayan masih dalam tahap pembangunan namun belum diketahui dengan pasti apakah akan kembali dibuat tempat hiburan atau yang lainnya. Yang pasti, banyak masyarakrat Jakarta yang masih mengenang Taman Ria Senayan sebagai salah satu tempat wisata favorit mereka.

Tempat Paling Hits di Kawasan Kota Tua Jakarta

Tempat Paling Hits di Kawasan Kota Tua Jakarta

Fkossmpkotajakarta.web.id – Untuk Anda yang sekarang tinggal di Jakarta pasti sudah tidak asing lagi dengan wisata Kota Tua Jakarta. Kawasan yang menyuguhkan berbagai arsitektur bersejarah yang merupakan peninggalan Belanda sejak masa Penjajahan. Kawasan ini juga sering dikunjungi oleh banyak wisatawan lokal hingga mancanegara.

Namun, tahukah Anda bahwa di kawasan Kota Tua Jakarta terdapat spot menarik untuk berfoto yang hits dan  instagramable. Simak info selengkapnya di bawah ini.

1. Patung Hermes

Tempat pertama yang paling dicari saat berkunjung ke kawasan Kota Tua Jakarta adalah Patung Hermes. Patung ini terletak di halaman belakang Museum Sejarah Jakarta atau yang biasa kita kenal dengan Museum Fatahillah. Patung Hermes dulu berada di Jembatan Kawasan Harmoni, namun karena banyak aksi vandalisme akhirnya dipindahkan ke Museum Sejarah Jakarta pada awal 2000-an.

Tujuan patung ini dipindahkan agar lebih mudah merawatnya dan tidak cepat rusak. Sebenarnya, Patung Hermes masih dapat ditemui di Kawasan Harmoni Jakarta Pusat, namun patung tersebut hanya patung tiruan dari Patung Hermes asli yang saat ini berada di Kawasan Kota Tua Jakarta.

Bukan hanya keindahan Patung Hermes yang menjadikan spot foto ini menjadi menarik, namun dengan latar belakang Patung Hermes yaitu Museum Sejarah Jakarta membuat tempat ini menjadi andalan saat berfoto.

Baca Juga : Sejarah Penting Dari Kemayoran

2. Kafe Jamu Acaraki

Kafe Jamu Acaraki merupakan kafe yang didesain unik layaknya kedai kopi. Bukannya menyuguhkan kopi, kafe ini ternyata menghadirkan minuman tradisional khas Jawa yaitu jamu. Berlokasi di Gedung Kertaniaga, persis di sebelah Museum Fatahillah kawasan Kota Tua Jakarta membuat cafe ini mudah ditemukan.

Sejak dibuka pada 1 Juli 2018 lalu, tempat ini menjadi buruan para pecinta kuliner. Pasalnya, Kafe Jamu Acaraki menyajikan jamu dengan cara yang berbeda yakni membuat jamu dengan peralatan kopi. Kafe ini menyuguhkan jamu dengan konsep modern tanpa menghilangkan komposisi dan khasiat aslinya.

Selain unik dalam membuat jamu, kafe ini juga mendesain arsitektur bangunan ala kafe kopi namun tetap memberikan kesan kuno dan sejarah karena berada di lokasi Museum Sejarah Jakarta. Terlihat dari berbagai benda antik seperti televisi zaman dulu, mesin tik, dan vas bunga yang menghiasi lemari kafe ini.

Spot foto yang unik dan bergaya modern membuat para pengunjung tidak berhenti untuk berfoto. Terdapat menu andalan favorit para pengunjung yang datang yaitu Jamu Saranti yang berbahan dasar beras kencur. Selain berbagai menu jamu yang ditawarkan, kafe ini juga menyuguhkan berbagai makanan seperti roti dan juga siomai.

3. Kafe Historia Jakarta

Tempat selanjutnya adalah Kafe Historia Jakarta yang berlokasi tepat di samping Museum Sejarah Jakarta yang menyuguhkan desain bangunan dengan arsitektur bertema klasik kontemporer. Ini terlihat dari mural yang terdapat di dinding bangunan kafe yang tetap memberikan kesan klasik lewat ornamen seperti kursi, pajangan, meja, dan juga hiasan.

Bagunan Kafe Historia adalah bangunan masa peninggalan Belanda yang baru dijadikan sebagai kafe pada 2014. Kafe ini menjadi salah satu tempat favorit para wisatawan yang berkunjung ke Kawasan Kota Tua Jakarta karena menyediakan berbagai spot menarik untuk berfoto dan juga menjadi tempat nongkrong yang nyaman untuk anak muda maupun orang dewasa.

Kafe Historia Jakarta memiliki minuman favorit yaitu air tajin. Minuman ini berbeda dengan dengan air tajin yang mungkin kita kenal, air tajin ini disuguhkan menggunakan kayu manis dan simple syrup sehingga rasanya lebih manis, namun tetap berkhasiat. Anda cukup membayar Rp29 ribu untuk dapat menikmati air tajin.

4. Restoran Locarasa

Restoran yang menyediakan berbagai macam jenis mi Nusantara ini juga menjadi salah satu tempat instagramable di Kawasan Kota Tua Jakarta. Berada di Gedung Kerta Niaga, tepat di samping Museum Sejarah Jakarta. Restoran ini dapat diakses melalui gerbang Kota Tua Jakarta yang berada di seberang Museum Bank Indonesia.

Restoran Locarasa menyuguhkan berbagai spot foto menarik seperti dengan ornamen kayu yang menghiasi tempat ini. Tak heran jika tempat ini djadikan sebagai salah satu tempat favorit para pengunjung untuk mengabadikan momen indahnya.

Tersedia pula berbagai macam jenis mi Nusantara yang dibuat sendiri (homemade) seperti mi gomak dari Tapanuli, mie ongklok dari Wonosobo, kwetiau goreng Pontianak, dan mi godok Jawa. Salah satu yang menjadi incaran para penikmat kuliner yaitu gelato.

Gelato yang disuguhkan di kafe ini cukup unik karena menyajikan berbagai rasa lokal seperti rasa kecombrang, es doger, kenari jailolo, kemangi, martabak, dan rujak. Namun, tersedia pula rasa yang cukup aman bagi yang kurang menyukai rasa unik yang disajikan seperti vanilla dan coklat. Untuk harga gelato dimulai dari Rp30 ribu hingga Rp35 ribu.

5. 8th Evenue Bistro

Tempat selanjutnya yang menyuguhkan berbagai spot foto instagramable adalah 8th Evenue Bistro. Restoran sekaligus kafe yang baru dibuka pada 23 Maret 2019 ini berlokasi di Jl. Kali Besar Timur No.8 Gedung Kertaniaga lantai 1 Kawasan Kota Tua Jakarta.

8th Evenue Bistro memiliki keunikan tersendiri lewat desain bangunan yang berbeda dari kafe maupun restoran pada umumnya. Terdapat juga tempat untuk makan yang dibuat dengan desain layaknya panggung yang terinspirasi dari rumah makan yang ada di luar negeri dan jmemberikan kesan berbeda pada pengunjung yang datang.

Pengunjung dapat menikmati makanan yang disuguhkan sambil menikmati pemandangan Kota Tua dari atas panggung. Selain desain tempat yang unik, tempat ini juga tetap mencerminkan restoran yang ada di Kawasan Kota Tua lewat gambar-gambar bangunan Museum Sejarah Jakarta yang ada di dinding restoran.

Makanan yang menjadi favorit di tempat ini adalah asinan khas Jakarta, mi ayam, nasi goreng, dan juga siomai yang memiliki ciri khas yang berbeda lewat bumbu dari masakan ini. Anda dapat membayar dengan harga mulai dari Rp20 Ribu hingga Rp25 ribu untuk dapat menikmati menu andalan di tempat ini.

6. Kafe Join X Jeera

Kafe yang berada tepat di samping Museum Keramik Jakarta ini menyajikan tempat yang instagrambable untuk Anda yang menyukai berbagai spot foto menarik. Kafe yang buka sejak tiga tahun terakhir memberikan kesan yang berbeda dari kafe lainnya.

Kafe bernama Join X Jeera ini memiliki keunikan tersendiri yaitu para pekerjanya yang berasal dari mantan narapidana. Walaupun para pekerjanya berasal dari mantan narapidana, namun kafe ini tetap ramai dikunjungi berbagai pengunjung dan juga pecinta kopi.

Selain itu, desain arsitektur kafe unik karena menggunakan tralis layaknya seperti penjara yang memberikan ciri khas tersendiri. Untuk menu andalannya adalah kopi paradise, kopi cita rasa surga yang menjadi incaran para penikmat kopi.

Kopi paradise disajikan menggunakan susu dan juga karamel yang dibanderol dengan harga Rp30 ribu.