Maki San Tempat Nongkrong Model Jepang

Maki San Tempat Nongkrong Model Jepang

fkossmpkotajakarta.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Maki San Tempat Nongkrong Model Jepang  .Berikut ini kami akan memberikan pembahasan yang berkaitan dengan artikel yang membahas mengenai Maki San Tempat Nongkrong Model Jepang

Tak salah jika Jakarta dijuluki salah satu surga belanja Tanah Air. Hampir setiap pekan ada restoran atau kedai kuliner anyar.Yang paling gres, hadir di salah satu pusat perbelanjaan paling bergengsi di Ibu Kota, yakni Plaza Indonesia. Maki-San, restoran Jepang asal Singapura, bertengger di Level Basement Plaza Indonesia, Jakarta. Maki-San menyuguhkan konsep berbeda dari restoran Jepang lainnya.

Maki san restoran Jepang pertama di Asia yang membebaskan pengunjung membuat sushi dan salad sendiri sesuai keinginan mereka. “Kami selalu ingin melakukan ekspansi ke Asia Tenggara. Indonesia salah satu target pasar yang potensial untuk Maki-San. Bermitra dengan Grup Maspion, kami berharap Maki-San diterima dengan baik oleh para penikmat sushi dan salad di Jakarta,” beri tahu Direktur dan Partner Maki-San, Alvin Wong di Jakarta, baru-baru ini.

Serverbola Agen Sbobet Terpercaya 2020 – Serverbola merupakan agen Sbobet terpercaya 2020 yang melayani pendaftaran akun judi Sbobet untuk taruhan bola, bermain live casino dan judi slot online Sbobet secara aman dan terpercaya di Indonesia. Melalui agen Sbobet Indonesia yakni Serverbola, anda bisa mendapatkan akun yang bisa dipakai login pada situs taruhan terbaik dan terbesar di Asia yakni Sbobet.

Tak hanya sushi dan salad, Maki-San menyediakan kue dengan bentuk lucu, teh, dan kopi dengan sentuhan Jepang untuk melengkapi pengalaman makan di Maki-San. Alvin Wong menambahkan, konsep dan menu Maki-San terinspirasi salah satu episode program televisi asal Amerika. Program ini membahas sushi yang dapat dibuat sesuai keinginan. Maki-San kemudian melakukan riset tentang hal itu dan mendapati fakta belum ada restoran sushi yang dapat membuat pesanan sesuai keinginan pengunjung.

Baca Juga : Menu Angkringan Di Uncle Jo Jakarta

“Di Maki-San, kami memberikan produk segar dan berkualitas. Dengan 100 produk segar setiap hari, pelanggan dimanjakan untuk membuat sushi dan salad sendiri dengan berbagai rasa saus yang tersedia,” lanjut Alvin.Restoran Maki-San pertama berdiri pada 2012 di The Cathay, Singapura. Kini Maki-San menyapa pencinta kuliner di Indonesia dengan kisaran harga bervariasi dari 22 ribu rupiah (minuman) dan 39 ribu rupiah (makanan). Maki-San menyasar pelajar, mahasiswa, karyawan, dan keluarga.

Menu Angkringan Di Uncle Jo Jakarta

Menu Angkringan Di Uncle Jo Jakarta

fkossmpkotajakarta.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Menu Angkringan Di Uncle Jo Jakarta.  Berikut ini kami akan memberikan pembahasan yang berkaitan dengan artikel yang membahas mengenai Menu Angkringan Di Uncle Jo Jakarta

Pecinta kuliner tentu tak asing dengan angkringan. Angkringan berasal dari bahasa Jawa: angkring, yang berarti alat dan tempat jualan makanan keliling yang pikulannya berbentuk melengkung ke atas.Angkringan menyajikan beragam menu makanan dan minuman yang khas, seperti nasi kucing, aneka satu telur puyuh, sate kiki, tahu dan tempe bacem, hingga teh jahe serta susu jahe.Kini, angkringan tak hanya bisa dinikmati warga Solo dan Yogyakarta. Angkringan mulai merambah kota-kota besar lain, seperti Jakarta. Konsepnya pun beragam. Tak hanya menggunakan gerobak, angkringan kini juga disuguhkan dengan konsep modern dan kekinian.

Seperti yang coba ditawarakan Angkringan Uncle Joe, yang berada di Jalan Ir. H. Juanda No.107B, Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Berada tak jauh dari kampus UIN Syarif Hidayatullah, rumah makan berlantai tiga ini menghadirkan sajian khas angkringan, dipadu dengan berbagai menu yang tengah digandrungi kaum milenial.”Uncle Joe memang menawarkan konsep yang berbeda dari kuliner yang sudah pernah ada, dimana kami membawa konsep angkringan dengan desain yang modern,” ujar Owner Uncle Joe, Johansyah Jumberan.Johansyah memiliki misi membawa angkringan ke level yang lebih tinggi, di mana pengunjung bisa duduk dengan nyaman di dalam ruangan, menikmati sajian musik, hingga memanfaatkan hot spot gratis.

Baca Juga : Black Dragon Hadir Di Jakarta

“Kami ingin mendorong angkringan ini ke high level. Pengunjung nggak harus ngantri lama. Saat makan pun nggak haus terganggu suara berisik, seperti di pinggir jalan,” bilangnya.Total ada 50 menu yang disajikan Uncle Jo. Selain menu otentik angkringan, juga ada aneka macam roti bakar dan mie instan dengan beragam modifikasi. Untuk harga, Johansyah berusaha untuk tetap terjangkau oleh pelajar maupun mahasiswa.”Harga mulai dari Rp 3.000 sampai dengan Rp 30.000. Kita tampilkan cita rasa makanan yang universal. Pokoknya, gimana caranya orang bisa menikmati makanan Indonesia dengan nyaman, tapi tidak perlu takut dengan harga,” paparnya.

Black Dragon Hadir Di Jakarta

Black Dragon Hadir Di Jakarta

fkossmpkotajakarta.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Black Dragon Hadir Di Jakarta.  Berikut ini kami akan memberikan pembahasan yang berkaitan dengan artikel yang membahas mengenai Black Dragon Hadir Di Jakarta

Segelas minuman segar dengan topping boba tengah digandrungi di Tanah Air. Gerai minuman asal Taiwan itu pun kian menjamur. Masing-masing memberikan keunikan tersendiri.Black Dragon menambah pilihan penggemar minuman boba di Jakarta. Pekan kemarin, brand asal Malaysia ini hadir untuk kali pertama di Ibu Kota, tepatnya di Mall Gandaria City, Jakarta Selatan.CEO Black Dragon, Nicolas Cong, mengatakan Black Dragon punya kelebihan dibanding minuman boba lain yang lebih dulu eksis. Salah satunya adalah penggunaan gula aren atau brown sugar Okinawa.

“Black Dragon menggunakan brown sugar Okinawa, yang datang dalam keadaan blok seperti batu bata. Meski lebih mahal dari jenis brown sugar lainnya, tapi ini lebih berkhasiat dan membuat rasa minuman menjadi lebih nikmat,” jelasnya Nicolas, kepada wartawan.Untuk mendapatkan hasil terbaik, gula Okinawa dimasak selama enam jam untuk dijadikan sirup. Sedangkan cara kedua, blok gula Okinawa dimasak hingga 10 jam untuk dijadikan karamel.Selanjutnya, karamel tersebut akan digunakan untuk berbagai macam makanan penutup yang lezat, seperti cake, yang juga dijual di outlet Black Dragon.Selain nikmat, lanjut Nicolas, gula Okinawa memiliki kelebihan lain. Yakni kandungan kalori yang relatif rendah.

Baca Juga :Ngopi Skud Di Titik Temu

“Jadi untuk wanita yang sedang diet tidak perlu khawatir. Black Dragon juga tidak membuat eneg. Minum dua gelas sekalipun tidak akan eneg”.Pembuatan boba di Black Dragon sendiri dilakukan secara manual. Maka jangan heran jika butiran boba yang ada di dalam minuman tidak sama besar satu dengan yang lain.Ada beberapa varian andalan yang bisa kamu pesan di outlet Black Dragon, di antaranya Black Boba La Cream bagi pecinta milk tea. Minuman boba ini dibuat menggunakan brown sugar Okinawa yang dipadukan dengan cream andalan Black Dragon.
Tekstur minuman ini lebih kental daripada kebanyakan minuman boba lainnya, namun dengan manis yang pas. Campuran susu dalam minuman ini dijual dengan harga 35 ribu rupiah.Ada pula Black Boba Double Cheese, yang menggunakan campuran keju dari Australia dan Amerika Serikat yang dijual dengan harga 35 ribu rupiah.”Keju dari Australia lebih lembut. Lalu dicampur dengan keju USA yang wanginya lebih kuat. Jadi tidak terlalu membuat enek. Mau makan keju Australia dan USA banyak pun ngga akan enek,” jelasnya.

Ngopi Skud Di Titik Temu

Ngopi Skud Di Titik Temu

fkossmpkotajakarta.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Ngopi Skud Di Titik Temu.  Berikut ini kami akan memberikan pembahasan yang berkaitan dengan artikel yang membahas mengenai Ngopi Skud Di Titik Temu

Ini dia kafe paling hit di Jakarta saat ini. Bertolak dari kafe pertama di Bali yang sukses, Titik Temu Coffee yang merupakan milik Raisa ini mulai mengoperasikan cabang di kawasan Senopati, Jakarta, awal Desember lalu.

Akan tetapi beda dengan sebagian besar kafe di Senopati dan sekitarnya, Titik Temu Coffee bukan bertengger di lokasi yang ramai kuliner. Titik Temu Coffee terletak di jalan yang sepi, berbagi lahan dengan beberapa gerai lain di dalam The Shop at Myris. Mengisi area belakang, konsepnya unik. Area dalam ruangan, dengan dua meja komunal panjang yang masing-masing diisi 8 bangku, lebih sesuai buat pengunjung yang ingin menggunakan laptop atau mengobrol dengan tenang. Nah di teras belakang, bebas!

Area luar ruangan ini cukup luas. Selain bangku dan meja kayu, sofa panjang dan beberapa boks kayu terhampar di halaman berumput. Mau duduk santai, ambil foto, atau bercanda sambil berlarian, silakan saja asal tidak sampai mengganggu pengunjung lain, ya. Tembok kelabu tinggi menjulang, yang membatasi The Shop at Myris dengan bangunan tetangga, dirias dengan tanaman rambat. Beberapa macam pohon yang melingkupi bagian bawah tembok, bersinergi dengan tanaman rambat, membentuk pemandangan asri bak lukisan. Keren!

Baca Juga : Yuk Kenalan Sama Kota Tua Jakarta

Kalau lagi santai, paling nikmat memang ngopi sore, saat hari mulai teduh, sembari meresapi keindahan halaman belakang. Namun mengingat sebegitu hype Titik Temu Coffee saat ini, jam berkunjung perlu dipertimbangkan baik-baik agar jangan sampai tidak kebagian tempat menongkrong. Apalagi tidak cuma menang dari segi tempat, minuman kopi Titik Temu Coffee memang mantap.

Pilihan minuman kopi di Titik Temu Coffee yang berbasis espresso beragam. Mulai dari espresso sendiri sampai yang kekinian dengan tambahan rasa kelapa dan lemon, yakni iced coconut long black dan iced caffe lemonade. Minuman cokelat, teh, dan yang berbasis sari buah ikut mewarnai menu.Iced coconut long black dan iced caffe lemonade aman diminum yang menyukai kopi hitam maupun yang bukan. Meski lapisan espresso tampak tebal pada kedua minuman kopi ini, rasanya cenderung segar, alih-alih pahit. Jika terbiasa dengan es kopi susu, iced latte kami rekomendasikan.Dari awal buka Titik Temu Coffee juga siap menawarkan makanan, meski jenisnya masih terbatas. Kalau lapar berat, beef teriyaki bowl dan spicy chicken bowl siap menemani ngopi. Beberapa rasa croissant dan pie tersedia sebagai camilan.

Titik Temu Coffee

Jl. Jenggala II No. 3, Jakarta Selatan

Senin-Jumat 08.00-21.00 WIB, Sabtu-Minggu 07.00-21.00 WIB

Yuk Kenalan Sama Kota Tua Jakarta

Yuk Kenalan Sama Kota Tua Jakarta

fkossmpkotajakarta.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Yuk Kenalan Sama Kota Tua Jakarta.  Berikut ini kami akan memberikan pembahasan yang berkaitan dengan artikel yang membahas mengenai Yuk Kenalan Sama Kota Tua Jakarta

Walau ada di tengah keramaian jakarta, tempat ini kental akan suasana Jakarta tempo dulu. Kawasan ini selalu ramai pengunjung setiap harinya. Pengunjung ada yang wisatawan lokal maupun mancanegara.Saat mula didirikan oleh kolonial Belanda, kota tua didesain sebagai sebagai pusat perdagangan di Asia. Kota Jakarta yang zaman itu di sebut Batavia menjadi kawasan pusat perdagangan dari maupun keluar negeri lewat jalur pelayaran.

Sejarah Kota Tua Jakarta
Tahun 1526, Fatahillah dikirim oleh Kesultanan Demak menyerang pelabuhan Sunda Kelapa, milik kerajaan Pajajaran. Setelah dikuasai demak, pelabuhan ini diganti nama menjadi Jayakarta.Tahun 1619, pasukan VOC dibawah komando Jan Pieterszoon Coen, menghancurkan Jayakarta. Setelah dikuasai VOC, tahun 1620 VOC membangun kota baru bernama Batavia.Di tahun 1635, Batavia meluas sampai ke tepi barat Sungai Ciliwung. Batavia dirancang dengan gaya Belanda Eropa dan diatur dalam beberapa blok yang dipisahkan oleh kanal. Batavia selesai dibangun pada tahun 1650 dan kemudian difungsikan sebagai kantor pusat VOC di Hindia Timur.Pada era perang dunia II, saat pendudukan Jepang tahun 1942, Batavia diganti nama menjadi Jakarta dan menjadi ibu kota Indonesia sampai saat ini.Tahun 1972, Gubernur Ali Sadikin, mengeluarkan keputusan gubernur menjadikan Kota Tua sebagai situs warisan. Hal ini dilakukan untuk melindungi sejarah arsitektur di kawasan itu.

Lokasi Kota Tua Jakarta
Kota tua jakarta berlokasi di Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat.

Transportasi Menuju Kota Tua Jakarta
Cara terbaik untuk mencapai kota tua, adalah menggunakan KRL. Dari arah manapun, seluruh rute KRL dapat mencapai lokasi ini.Saat membeli tiket KRL, satsiun tujuan yang didaftarkan adalah Stasiun Jakarta Kota. Dari stasiun ini, jarak ke Taman Fatahilah, yang merupakan spot center kota tua jakarta, hanya berjarak 200 meter saja.

Jam Buka Kota Tua Jakarta
Tidak seperti objek wisata lain, Kota tua jakarta tidak ada batasan jam operasionalnya. Wilayah ini buka 24 jam. Namun demikian untuk objek objek di dalam area kota tua, tentu ada jam bukanya masing masing.Untuk museum-museum di kawasan ini biasanya bukan dari jam 9 pagi sampai jam3 sore.

Tiket Masuk Kota Tua Jakarta
Mengenai biaya masuk ke kawasan kota tua jakarta, gratis. Namun demikian, jika pengunjung berkeinginan masuk ke dalam objek tertentu biasanya dikenakan biaya kercis.Namun jangan kawatir, karcisnya sangat murah. Berada dalam rentang 2 ribu rupiah sampai 5 ribu rupiah.

Wisata Kota Tua Jakarta
Destinasi wisata di kota tua jakarta sangat fariatif. Tentu saja semua destinasi itu sarat akan sejarah. Namun tidak usah kawatir, walau sejarah tua, tidak akan membosankan kok.Untuk traveler yang mungkin belum pernah mengunjungi Kota Tua Jakarta, Berikut 11 destinasti wisata yang bisa kita eksplor keindahannya di Kawasan Wisata Kota Tua Jakarta.

1. Art Street Kota Tua Jakarta
Saat kita berjalan jalan di kota tua, kita akan menemukan suasana unik, yaitu Art Street. Pertunjukanapra seniman jalanan. Dalam bahas lebih umum mungkin kita mengenalnya dnegannama pengamen. Namun jika di kota lain pengamen hanya menyanyi, di kota tua jakarta pengamen ada berbagai macam. Ada pantomin ada pelukis, ada cosplay.Diantara semuanya, tentu cosplay yang palingmenarik. Pengunjung bisa minta foto bareng dengan berbagai gaya. Jadi seperti foto bareng patung tokoh sejarah, namun patungnya bsia berganti ganti gaya.Untuk art street lukisan, sejak 2 tahun lalu. pemda DKI telah memfasilitasi melalui progam Gallery art street.

2. Museum Fatahillah
Objek Wisata ini tidak dapat dipisahkan lagi dari Kota Tua. Bahkan jika googleing image kota tua, maka hasilnya 80% nya adalah foto museum fatahilah. Gedung ini awalnya adalah balai kota di zaman VOC. Selain balai kota, juga dijadikan sebagai ruang pengadilan hingga penjara bawah tanah.Museum Fatahillah menyimpan sekitar 23.500 koleksi barang bersejarah berupa benda asli maupun hanya replika. Di sini kita bisa melihat beragam koleksi seperti replika peninggalan masa Tarumanegara dan Pajajaran, hasil penggalian arkeologi di Kota Jakarta, furnitur-furnitur antik, koleksi keramik, gerabah, prasasti, dan deretan benda bersejarah lainnya.Untuk masuk ke dalam Museum ini, hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp2000 saja.

3. Museum Bank Indonesia
Gedung ini awalnya dibangun sebagai rumah sakit bernama Binnen Hospital. Pada tahun 1828 dialihfungsikan menjadi bank dengan nama De Javashe Bank (DJB).Pada era setelah kemerdekaan, pada tahun 1953 bank ini dinasionalisasikan menjadi Bank Sentral Indonesia atau yang dikenal dengan nama Bank Indonesia. Setelah pindahnya operasional BI ke gedung baru di tahun tahun 1962, Gedung lama ini dilestarikan menjadi Museum Bank Indonesia yang diresmikan pada 15 Desember 2006.Ketika memasuki lobi museum, kita akan melihat sebuah kaca patri yang sangat indah. Selain itu, di dalamnya juga terdapat 324 kaca patri lain yang semuanya dibuat di Atelier Jan Schouten, Delft, Belanda, pada periode 1922 – 1935.Di dalamnya juga terdapat ruangan teater dengan kapasitas tempat duduk untuk 40 orang. Teater tersebut memutar film yang berisi seputar sejarah perbankan dan peran Bank Indonesia.Tiket masuk ke museum Bank Indonesia hanya 5 ribu saja. Museum ini buka setiap hari, kecuali hari senin dan hari libur Nasional.

4. Stasiun Kereta Api Kota
Selain sebagai stasiun tujuan KRL para pengunjung Kota Tua Jakarta, stasiun kota juga merupakan objek wisata tersendiri. Di stasiun ini pengunjung dapat merasakan suasana yang berbeda dibandingkan stasiun-staisun pada umumnya. Hal ini karena bangunannya yang antic dan bergaya tempo dulu.Stasiun kereta api ini tepatnya dibangun pada tahun 1929 dan diresmikan langsung oleh Gubernur Jenderal saat itu. Bangunan satasiun ini masuk ke dalam cagar budaya yang dilindungi kelsetariannya.

5. Pelabuhan Sunda Kelapa
Tujuan wisata khas lainnya yang dapat dikunjungi selama jalan jalan Kota Tua Jakarta adalah pelabuhan Sunda Kelapa. Dahulunya, pelabuhan ini menjadi tempat persinggahan kapal-kapal asing. Mulai sekitar abad ke-5 pelabuhan ini dijadikan sebagai pelabuhan untuk kegiatan berdagang.Meskipun saat ini kegiatannya tidak seramai ketika pelabuhan Sunda kelapa masih berjaya, namun masih banyak wisatawan yang datang berkunjung untuk melihat kegiatan Kapal Pinishi, yang merupakan kapal angkut perdagangan di Indonesia. Pelabuhan ini dibuka setiap hari dengan tiket Rp2.500 per orang dan untuk parkir mobil 4.000 rupiah.

6. Museum Wayang
Gedung ini awalnya bernama Hollandsche, yang dibangun di tahun 1640. Museum wayang ini memiliki beragam jenis serta bentuk wayang-wayang asli Indonesia. Bukan wayang asal Indonesia saja yang jadi koleksi museum ini. Pengunjung juga menemukan wayang-wayang dari negara lainnya seperti Thailand, Kamboja, Tiongkok, hingga Suriname.Selain melihat wayang, museum ini juga menyajikan pagelaran pertunjukan wayang. Kegiatan rutin pagelaranw ayang bulanan biasanya diselenggarakan pada minggu ke-2 dan ke-3.

Baca Juga : Luna Negra Nyicip Wine

7. Museum Bahari
Gedung ini terdiri dari beberapa bangunan dengan tahun pembuatan yang berbeda-beda, dimulai tahun 1652 dan terakhir dibangun tahun 1771.Sejak awal keberadaannya sampai berakhirnya masa penjajahan Belanda di Indonesia, bangunan ini digunakan sebagai gudang. Tembok keliling bangunan terkesan sangat kokoh. Di bagian atas pagar terdapat pos pengintai musuh dan juga terdapat Lorong tempat melakukan patroli.Di tempat ini para pengunjung dapat mempelajari kemaritiman, serta melihat armada pertahanan laut Indonesia tempo dulu. Koleksi dalam museum Bahari pun sangat beragam jenisnya. Mulai dari jangkar kapal laut, navigasi perkapalan, meriam, teropong, serta miniatur kapal-kapal nelayan. Selain itu, museum ini juga menampilkan Matra TNI AL dari masa ke masa.

8. Museum Seni Rupa Dan Keramik
Gedung Museum ini pertama kali dibangun oleh seorang arsitek bernama Jhe. W.H.F.H. van Raders pada tahun 1870. Pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Pieter Miyer, dan gedung ini difungsikan sebagai Kantor Pengadilan.Menilik sejarah bangunan ini, pada 1949 pernah difungsikan sebagai sarana Nederlansche Mission Militer (NMM) oleh KNIL yang kemudian diserahkan kepada TNI sebagai gudang lo Di tahun 1970 – 1973, bangunan ini dialihfungsikan sebagai kantor Wali Kota Jakarta Barat, kemudian tahun 1974 digunakan sebagai kantor Dinas Museum dan Sejarah.Tanggal 10 Juni 1977, sebagian dari gedung ini diresmikan sebagai Museum Keramik oleh Gubernur Ali Sadikin. Barulah di awal tahun 1990, Balai Seni Rupa dan Museum keramik disatukan dan resmi menjadi Museum Seni Rupa dan Keramik yang dikelola oleh Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta.