Fakta Jakarta Wajib Diketahui

Fakta Jakarta Wajib Diketahui

Fakta Jakarta Wajib Diketahui – Mungkin anda sudah pernah membaca artikel serupa atau sejenis,tapi artikel ini berbeda karena sudah kami ambil dari sumber terpercaya , berikut mengenai fakta kota jakarta yag wajib anda ketahui.

Bulan Juni ini Jakarta merayakan HUT yang ke-493. Namun, setidaknya ada 5 fakta soal Jakarta yang mungkin belum banyak orang tahu.

Identik dengan kemacetan hingga banjir, Jakarta telah menempuh perjalanan panjang sebelum menjadi kota metropolitan seperti dewasa ini. Tak sedikit pula orang yang berjuang di Jakarta untuk mencari nafkah.

Hanya faktanya, Jakarta yang sekiranya telah kita kenal punya banyak hal yang belum diketahui. Di mana hal tersebut justru menambah keunikan dari Jakarta.

1. Sempat berganti nama 13 kali

Usia Jakarta nyaris 5 abad. Dari sebuah bandar kecil di muara Sungai Ciliwung, Jakarta kini berkembang menjadi kota metropolis. Jakarta sudah 13 kali berganti nama seiring berjalannya waktu.

Diawali sebagai Sunda Kelapa, Jayakarta hingga Stad Batavia, Jakarta punya banyak nama hingga akhirnya disebut demikian. Tahu tidak namanya apa saja?

2. Punya lebih dari 100 pulau

Sebagai provinsi, Jakarta juga mencakup Kabupaten Kepulauan Seribu yang berada di Utara Jakarta. Sesuai dengan Pasal 32 Undang-undang Nomor 34 Tahun 1999, Kecamatan Kepulauan Seribu yang merupakan bagian dari Kotamadya Jakarta Utara ditingkatkan statusnya menjadi Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.
Menariknya lagi, Kabupaten Kepulauan Seribu memiliki setidaknya 110 pulau. Memang tidak sampai seribu sesuai namanya, tapi jumlah itu juga sudah cukup banyak.

3. Kota dengan jumlah mall terbanyak

Tahukah Anda, bahwa Kota Jakarta merupakan kota metropolitan yang termasuk dalam kota dunia dengan mall terbanyak. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai 130 mall.

Diketahui, mall di Jakarta Selatan tercatat yang paling banyak jumlahnya dibandingkan wilayah lainnya. Kalau kamu suka ke mall yang mana dan di mana?

Baca Juga:Jam Operasional Mall di Jakarta dalam Masa PSBB

4. Punya Jakarta Fair dari tahun 1968

Pekan Raya Jakarta (PRJ) digelar pertama kali di Kawasan Monas tanggal 5 Juni hingga 20 Juli tahun 1968 dan dibuka oleh Presiden Soeharto dengan melepas merpati pos pada saat Kota Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Ali Sadikin.

PRJ pertama ini disebut DF yang merupakan singkatan dari Djakarta Fair (Ejaan Lama). Lambat laun ejaan tersebut berubah menjadi Jakarta Fair yang kemudian lebih popular dengan sebutan Pekan Raya Jakarta.

5. Punya kebun binatang pertama di Indonesia

Kebun binatang pertama di Indonesia sendiri dibangun pada 1846, saat Nusantara masih menjadi koloni Belanda. Saat itu Raden Saleh, seorang pelukis kenamaan asal Indonesia, menghibahkan pekarangan rumahnya di daerah Cikini, Jakarta, untuk dijadikan kebun binatang. Tanah yang dihibahkannya seluas 10 hektar.

Kebun binatang tersebut diberi nama Kebun Binatang cikini. Saat itu, Kebun Binatang Cikini sudah memiliki 100 ekor satwa. Satwa tersebut di antaranya adalah banteng, burung, buaya, menjangan tutul, kijang, beruang madu, monyet mantol dan Jawa, dan lainnya.

Posisi Cikini yang berada di pusat kota tidak bisa berekspansi lagi dan dipindahkan ke Ragunan pada tahun 1966. Selanjutnya, adalah seperti yang kita ketahui sekarang.

Jam Operasional Mall di Jakarta dalam Masa PSBB

Jam Operasional Mall di Jakarta dalam Masa PSBB

Jam Operasional Mall di Jakarta dalam Masa PSBB – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang jam operasional mall di Jakarta dalam masa PSBB transisi.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan untuk kembali ke Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi setelah hampir satu bulan menerapkan PSBB ketat jilid II yang dimulai sejak 14 September.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, PSBB Transisi akan berlaku selama dua pekan, yakni mulai 12-25 Oktober 2020.

Dalam aturan PSBB transisi Jakarta, pusat perbelanjaan dan mal diperbolehkan beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan serta sejumlah aturan tambahan. Berikut detail aturannya.

1. Pusat perbelanjaan dan mal kapasitas pengunjung maksimal 50 persen dari besar ruangan
PSBB Transisi Jakarta, Jam Operasional Mal hingga Jam 9 MalamSuasana mall Senayan City, Jakarta pada Senin (14/9/2020) (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Pemrov DKI Jakarta pun mengeluarkan protokol khusus terkait aktivitas industri, perdagangan, koperasi, dan UMKM yang di dalamnya termasuk jam operasional pusat perbelanjaan dan mal.

Dalam peraturan PSBB Transisi, pusat perbelanjaan dan mal diperbolehkan beroperasi mulai pukul 10.00-21.00 WIB. Adapun pengetatan protokol kesehatan tambahan antara lain, maksimal kapasitas pengunjung adalah 50 persen dan setiap tenant mengikuti pengaturan dari Dinas sektor terkait (misalnya restoran mengikuti SK Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif).

 

2. Pasar rakyat jam operasionalmya ditentukan oleh pihak pengelola
PSBB Transisi Jakarta, Jam Operasional Mal hingga Jam 9 MalamIlustrasi pasar.

Berbeda dengan pusat perbelanjaan dan mal, jam operasional pasar rakyat bisa ditentukan oleh pihak pengelola. Mereka juga wajib mematuhi aturan 50 persen kapasitas pengunjung.

Sedangkan untuk pertokoan, retail dan UMKM, Pemprov DKI memberikan izin operasional mulai pukul 06.00-21.00 WIB. Mereka juga wajib mematuhi 50 persen kapasitas pengunjung dari ruangan yang tersedia.

Baca Juga: Jakarta Kembali PSBB Transisi

3. Pabrik dan pergudangan wajib melakukan pendataan tamu
PSBB Transisi Jakarta, Jam Operasional Mal hingga Jam 9 MalamIlustrasi industri pabrik
Untuk pabrik dan pergudangan, pengelola wajib melakukan pendataan pengunjung, dengan buku tamu atau sistem teknologi. Data pengunjung terdiri dari nama pengunjung, Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor handphone, waktu berkunjung/bekerja. Sistem pendataan dapat berbentuk manual atau digital.

Pendataan akan sangat berguna bagi Pemprov DKI untuk melakukan kontak tracing jika terjadi penularan kasus COVID-19 di perkantorann atau tempat bekerja.

Jakarta Kembali PSBB Transisi

Jakarta Kembali PSBB Transisi

Jakarta Kembali PSBB Transisi – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang DKI Jakarta yang Kembali ke PSBB Transisi yang sdah dirangkum dari sumber terpercaya.

PSBB masa transisi merupakan upaya pelonggaran dari pembatasan masif, menuju pembukaan kembali beberapa kegiatan berlandaskan kondisi aman, sehat, dan produktif. “Nah, dalam masa transisi ini kegiatan sosial ekonomi sudah bisa dilakukan secara bertahap, dan ada batasan yang harus ditaati.

Pemprov DKI Jakarta mengurangi kebijakan rem darurat di Ibu Kota. Mulai 12 Oktober 2020 besok, berlaku Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi.

Keputusan ini diumumkan lewat keterangan tertulis di situs Pemprov DKI, Minggu (11/10/2020). Pemprov DKI menyatakan adanya pelambatan kenaikan kasus positif dan kasus aktif meski masih terjadi peningkatan penularan.

“Melihat hal tersebut, Pemprov DKI Jakarta memutuskan mengurangi kebijakan rem darurat secara bertahap dan memasuki Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi dengan ketentuan baru selama dua pekan ke depan, mulai tanggal 12-25 Oktober 2020,” demikian bunyi keterangan tertulis dari Pemprov DKI.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan keputusan ini didasari beberapa indikator, yaitu laporan kasus harian, kasus kematian harian, tren kasus aktif, dan tingkat keterisian RS Rujukan COVID-19.

Baca Juga: Spot Foto Menarik di Taman Mini

Indonesia Indah

“Yang terjadi selama satu bulan ini adalah kebijakan emergency brake (rem darurat) karena sempat terjadi peningkatan kasus secara tidak terkendali yang tidak diharapkan. Setelah stabil, kita mulai mengurangi rem tersebut secara perlahan, secara bertahap. Kami perlu tegaskan bahwa kedisiplinan harus tetap tinggi sehingga mata rantai penularan tetap terkendali dan kita tidak harus melakukan emergency brake kembali,” terang Anies pada Minggu (11/10).

Anies menjelaskan grafis penambahan kasus positif dan kasus aktif harian mendatar (stabil) sejak dilakukan PSBB ketat, yaitu 13 September 2020. Kemudian, terdapat tanda awal penurunan kasus positif harian dalam 7 hari terakhir.

Anies memaparkan pelandaian pertambahan kasus harian sejak pengetatan PSBB tampak pada grafik kasus onset dan juga pada nilai Rt atau reproduksi virusnya. Grafis onset merupakan grafis kasus positif yang didasari awal timbulnya gejala, bukan pada keluarnya laporan hasil laboratorium.