Jam Operasional Mall di Jakarta dalam Masa PSBB

Jam Operasional Mall di Jakarta dalam Masa PSBB

Jam Operasional Mall di Jakarta dalam Masa PSBB – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang jam operasional mall di Jakarta dalam masa PSBB transisi.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan untuk kembali ke Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi setelah hampir satu bulan menerapkan PSBB ketat jilid II yang dimulai sejak 14 September.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, PSBB Transisi akan berlaku selama dua pekan, yakni mulai 12-25 Oktober 2020.

Dalam aturan PSBB transisi Jakarta, pusat perbelanjaan dan mal diperbolehkan beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan serta sejumlah aturan tambahan. Berikut detail aturannya.

1. Pusat perbelanjaan dan mal kapasitas pengunjung maksimal 50 persen dari besar ruangan
PSBB Transisi Jakarta, Jam Operasional Mal hingga Jam 9 MalamSuasana mall Senayan City, Jakarta pada Senin (14/9/2020) (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Pemrov DKI Jakarta pun mengeluarkan protokol khusus terkait aktivitas industri, perdagangan, koperasi, dan UMKM yang di dalamnya termasuk jam operasional pusat perbelanjaan dan mal.

Dalam peraturan PSBB Transisi, pusat perbelanjaan dan mal diperbolehkan beroperasi mulai pukul 10.00-21.00 WIB. Adapun pengetatan protokol kesehatan tambahan antara lain, maksimal kapasitas pengunjung adalah 50 persen dan setiap tenant mengikuti pengaturan dari Dinas sektor terkait (misalnya restoran mengikuti SK Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif).

 

2. Pasar rakyat jam operasionalmya ditentukan oleh pihak pengelola
PSBB Transisi Jakarta, Jam Operasional Mal hingga Jam 9 MalamIlustrasi pasar.

Berbeda dengan pusat perbelanjaan dan mal, jam operasional pasar rakyat bisa ditentukan oleh pihak pengelola. Mereka juga wajib mematuhi aturan 50 persen kapasitas pengunjung.

Sedangkan untuk pertokoan, retail dan UMKM, Pemprov DKI memberikan izin operasional mulai pukul 06.00-21.00 WIB. Mereka juga wajib mematuhi 50 persen kapasitas pengunjung dari ruangan yang tersedia.

Baca Juga: Jakarta Kembali PSBB Transisi

3. Pabrik dan pergudangan wajib melakukan pendataan tamu
PSBB Transisi Jakarta, Jam Operasional Mal hingga Jam 9 MalamIlustrasi industri pabrik
Untuk pabrik dan pergudangan, pengelola wajib melakukan pendataan pengunjung, dengan buku tamu atau sistem teknologi. Data pengunjung terdiri dari nama pengunjung, Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor handphone, waktu berkunjung/bekerja. Sistem pendataan dapat berbentuk manual atau digital.

Pendataan akan sangat berguna bagi Pemprov DKI untuk melakukan kontak tracing jika terjadi penularan kasus COVID-19 di perkantorann atau tempat bekerja.

Jakarta Kembali PSBB Transisi

Jakarta Kembali PSBB Transisi

Jakarta Kembali PSBB Transisi – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang DKI Jakarta yang Kembali ke PSBB Transisi yang sdah dirangkum dari sumber terpercaya.

PSBB masa transisi merupakan upaya pelonggaran dari pembatasan masif, menuju pembukaan kembali beberapa kegiatan berlandaskan kondisi aman, sehat, dan produktif. “Nah, dalam masa transisi ini kegiatan sosial ekonomi sudah bisa dilakukan secara bertahap, dan ada batasan yang harus ditaati.

Pemprov DKI Jakarta mengurangi kebijakan rem darurat di Ibu Kota. Mulai 12 Oktober 2020 besok, berlaku Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi.

Keputusan ini diumumkan lewat keterangan tertulis di situs Pemprov DKI, Minggu (11/10/2020). Pemprov DKI menyatakan adanya pelambatan kenaikan kasus positif dan kasus aktif meski masih terjadi peningkatan penularan.

“Melihat hal tersebut, Pemprov DKI Jakarta memutuskan mengurangi kebijakan rem darurat secara bertahap dan memasuki Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi dengan ketentuan baru selama dua pekan ke depan, mulai tanggal 12-25 Oktober 2020,” demikian bunyi keterangan tertulis dari Pemprov DKI.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan keputusan ini didasari beberapa indikator, yaitu laporan kasus harian, kasus kematian harian, tren kasus aktif, dan tingkat keterisian RS Rujukan COVID-19.

Baca Juga: Spot Foto Menarik di Taman Mini

Indonesia Indah

“Yang terjadi selama satu bulan ini adalah kebijakan emergency brake (rem darurat) karena sempat terjadi peningkatan kasus secara tidak terkendali yang tidak diharapkan. Setelah stabil, kita mulai mengurangi rem tersebut secara perlahan, secara bertahap. Kami perlu tegaskan bahwa kedisiplinan harus tetap tinggi sehingga mata rantai penularan tetap terkendali dan kita tidak harus melakukan emergency brake kembali,” terang Anies pada Minggu (11/10).

Anies menjelaskan grafis penambahan kasus positif dan kasus aktif harian mendatar (stabil) sejak dilakukan PSBB ketat, yaitu 13 September 2020. Kemudian, terdapat tanda awal penurunan kasus positif harian dalam 7 hari terakhir.

Anies memaparkan pelandaian pertambahan kasus harian sejak pengetatan PSBB tampak pada grafik kasus onset dan juga pada nilai Rt atau reproduksi virusnya. Grafis onset merupakan grafis kasus positif yang didasari awal timbulnya gejala, bukan pada keluarnya laporan hasil laboratorium.