1

Faktor Penyebab Banjir di Jakarta dan Sekitarnya

Faktor Penyebab Banjir di Jakarta dan Sekitarnya – Banjir merupakan tergenangnya air di suatu daerah yang biasa memiliki wilayah yang lebih rendah. Penyebab yang paling umum menyebabkan banjir adalah membuang sampah sembarangan. Banjir yang sering kali terjadi di kota-kota besar, seperti Jakarta biasanya memiliki beberapa faktor penyebabnya. Berikut adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan banjir di kota besar

Curah Hujan Tinggi
Salah satu penyebab banjir di Jakarta dan sekitarnya yang utama adalah hujan yang ekstrem. Curah hujan tinggi pada pertengahan Januari tahun 2013, a tercatat mencapai rekor curah hujan hingga 250-300 mm, melebihi kondisi Banjir Jakarta 2002 yang mencapai 200 mm seperti yang disadur dari Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca, Vol 14, No.1.

Peneliti Sains Atmosfer dengan Bidang Kepakaran Klimatologi dan Perubahan Iklim di Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Erma Yulihastin menyebutkan hujan dini hari pada 7 Juni 2020 tahun lalu, di pesisir telah dibuktikan secara statistik memiliki keterkaitan dengan hujan ekstrem yang selama ini memicu banjir-banjir besar di DKI Jakarta, seperti banjir Jakarta tahun 2002, 2004, 2007, 2008, 2013, dan 2014.

Selain curah hujan yang tinggi, penyebab banjir di Jakarta yaitu karena normalisasi kali Ciliwung yang belum tuntas. Dari total panjang kali 33 kilometer baru sekitar 16 kilometer yang dilakukan normalisasi. Rupanya kendala dari proses normalisasi ini diakibatkan oleh faktor sempitnya lahan. Pasalnya banyak rumah warga yang berada tepat di palung sungai.

Baca Juga :10 Tempat di Jakarta yang Belum Banyak Orang Tahu

Luas pemukiman di DAS Ciliwung mencapai 51% dari luas DAS, sehingga sebagian besar air hujan langsung menjadi aliran sudah di permukaan. Kondisi ini diperparah dengan letak Jakarta yang merupakan dataran rendah yang mudah terkena banjir menurut BPPTPDAS Surakarta.

Kurangnya Kawasan Resapan Air
Kurangnya Ruang Tebuka Hijau atau RTH membuat kawasan resapan air berkurang sehingga menjadi penyebab banjir di Jakarta. Tak hanya itu, pembangunan gedung dan hotel-hotel di wilayah Jakarta menyebabkan penggunaan air tanah secara berlebihan.

Banyak bagian-bagian lahan yang terletak di suatu cekungan yang rendah dan semula adalah daerah resapan atau tangkapan air hujan, sekarang ini telah berkembang menjadi daerah pemukiman yang padat, sehingga setiap kali turun hujan maka air dalam jumlah yang besar akan tergenang dan tidak dapat keluar dari daerah cekungan tersebut dilansir dari JAI Vol.7 No. 2.

Berdasarkan informasi yang berhasil didapatkan, Jakarta mengalami penurunan muka tanah sebanyak 5-12 cm per tahun. Kondisi ini membuat potensi banjir semakin besar.

Kebiasaan Buang Sampah Sembarangan
Tak bisa dipungkiri kebiasaan buang sampah sembarangan masih sangat melekat pada warga Ibu Kota dan sekitarnya. Jangan heran, banjir akan terus menyambangi Jakarta dan sekitarnya kalau kalian masih sering melakukan kebiasaan buruk ini.

Misalnya saja di daerah Manggarai, Jakarta Selatan, kebanyakan masyarakat membuang sampah di mana-mana, tidak terkecuali di saluran-saluran drainase kota, sehingga kala hujan turun dan masuk ke selokan atau jaringan sekunder drainase, menyebabkan sampah-sampah akan ikut hanyut dan masuk ke Sungai Ciliwung.

Akhirnya sampah menumpuk di pintu air Sungai Ciliwung di Manggarai seperti stereoform, plastik bekas kemasan atau pun karton-karton, dahan dan ranting. Sering kali pula terlihat batang pisang yang besar dan kasur yang jelas sengaja dibuang ke Sungai atau ke kali Ciliwung.

Target Menanam 200 Pohon di Jakarta

Target Menanam 200 Pohon di Jakarta – Dengan status Kota Jakarta yang merupakan kota metropilitan menjadikan banyaknya proyek-proyek pembangunan yang terjadi di Kota Jakarta.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan http://162.214.117.184/ menetapkan Peraturan Gubernur Nomor 24 Tahun 2021 tentang Pengelolaan dan Perlindungan Pohon. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memang memiliki komitmen untuk menanggulangi dampak perubahan iklim dan mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen di tahun 2030.
Target Menanam 200 Pohon di Jakarta
Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, Suzi Marsitawati mengatakan bahwa sejak 2019, DKI sudah menargetkan penambahan 200 ribu pohon di Ibu Kota.
“Melalui penetapan kebijakan ini, penambahan 200.000 pohon tersebut ditargetkan dapat terpenuhi pada tahun 2022. Hal ini juga sejalan dengan apa yang sudah disampaikan oleh Gubernur Anies Baswedan pada pertemuan daring C40 di hadapan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Gutteres, yang mengusulkan agar kota-kota dapat lebih berkontribusi terhadap pengurangan emisi dan melakukan langkah adaptasi krisis iklim,” kata dia dalam keterangan tertulis, Jumat (23/4/2021).

1. Saat ini ada 23 ribu pohon dan 47 ribu manggove sudah ditanam

Suzi menjelaskan pepohonan yang berada di Jakarta berperan sebagai solusi alami (nature based solution) dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, melalui penyerapan emisi, penurunan suhu, penyediaan habitat bagi biodiversitas, dan penciptaan lingkungan yang layak huni bagi warga, serta masih banyak manfaat lainnya.
Hingga saat ini telah ditanam total 70.880 pohon, terdiri dari 23.584 pohon dan 47.296 mangrove.

2. Data pohon dari sistem informasi berisi izin hingga penebangan

Dia juga mengatakan bahwa Pergub No. 24/2021 ini diklaim sudah disusun dan akan dilaksanakan dengan skema kolaboratif. Suzi berharap masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dengan diberlakukannya Pergub ini.
Penyusunan basis data pohon berbasis sistem informasi spasial juga bisa membuat masyarakat mendapat kepastian terkait keberadaan dan manfaat pohon.
Serta memberi kepastian hukum penyelenggaraan perizinan pohon dan jaminan bagi korban pohon tumbang sekaligus kepastian terkait pelanggaran penebangan pohon secara ilegal.

3. Anies terbitkan Ingub soal pengendalian dampak bencana iklim

Sebelumnya memang Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 17 Tahun 2021 tentang Pengendalian Dampak Bencana Iklim. Ingub berisi tentang enam aksi mitigasi perubahan iklim, yaitu:
1. Pengurangan emisi karbon pada sektor konstruksi: penerapan bangunan gedung hijau dan efisiensi penggunaan energi pada bangunan gedung.
2. Penggunaan lampu hemat energi pada ruas jalan arteri, ruas jalan permukiman dan penggunaan PLTS rooftop.
3. Pengurangan emisi karbon dari sumber bergerak: peralihan ke moda transportasi umum dan moda transportasi rendah emisi.
4. Pengurangan emisi karbon dari sektor pengolahan limbah cair dan padat: pengurangan produksi sampah dari sumbernya.
5. Pengurangan emisi karbon: penyediaan RTH dan penanaman tanaman yang mampu menyerap emisi karbon lebih optimal.
6. Pengurangan emisi karbon dari sumber tidak bergerak atau sektor industry: mengkaji penerapan penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.
Serta ada lima aksi adaptasi perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana iklim di Provinsi DKI Jakarta sebagai berikut:
1. Aksi dan edukasi tanggap bencana perubahan iklim.
2. Optimalisasi pemanfaatan dan pemanenan air hujan dan penanganan banjir terintegrasi.
3. Penguatan sistem ketahanan pangan.
4. Perlindungan kawasan pesisir dan Kep. Seribu.
5. “Social protection” untuk masyarakat rentan melalui peningkatan kapasitas, mendorong UMKM, meningkatkan layanan kesehatan dan menyediakan kemudahan akses menuju fasilitas publik.

DKI Keluarkan 185 Miliar Untuk Lahan Pemakaman Covid-19

DKI Keluarkan 185 Miliar Untuk Lahan Pemakaman Covid-19 – Setelah melewati beberapa tahap proses dalam penyaringan,akhirnya kami dapat menyempurnakan artikel yang sudah kami kumpulkan dengan data-data dari sumber yang terpercaya mengenai DKI Jakarta yang mengeluarkan dana sebesar 185 miliar untuk lahan baru pemakanan dengan protokol covid-19.

DKI Keluarkan 185 Miliar Untuk Lahan Pemakaman Covid-19

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan lima lahan untuk pemakaman khusus dengan protokol kesehatan Covid-19. Anggaran yang digunakan mencapai Rp 185 milliar.
Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Suzi Marsitawati menyatakan, anggaran yang digunakan untuk makam khusus Covid-19 berasal dari APBD perubahan tahun 2020.
“Jumlahnya dari lima lokasi itu sekitar 3,3 hektare, satu petak makam itu memerlukan 3,75 meter persegi. Itu satu petak makam dan sekarang kan kondisinya memang belum ditata, jadi sedikit lagi kita akan tata,” kata Suzi saat dikonfirmasi, Selasa (26/1/2021).
Lima lokasi yang dimaksud yakni di Srengseng Sawah, Kampung Dukuh, Semper, Joglo, dan Bambu Wulung (Bambu Apus).
Dia menyatakan, terdapat ratusan jenazah dimakamkan di sejumlah tempat pemakaman umum (TPU) di wilayah Ibu Kota. Jumlah tersebut terbagi menjadi dua kategori yakni dengan protokol kesehatan dan non Covid-19.
“Kita memakamkan protap Covid-19 itu kurang-lebih sehari 100. Non Covid-19 angka kematian kita memakamkan sekitar 90 orang. Jadi ada 190 orang yang harus kita makamkan, makanya jaga kesehatan,” ucap dia.

Protokol kesehatan

Karena hal itu, dia mengimbau agar masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19 saat melaksanakan aktivitas sehari-hari. Hal tersebut guna meminimalisir penyebaran Covid-19.
“Jadi tolong, yang sekarang harus disampaikan itu, supaya tetap masyarakat protokol kesehatan, supaya jangan terjadi kematian tiap hari,” kata Suzi.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia. Dua lokasi tersebut, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur.
Blok khusus untuk pemakaman dengan protokol Covid-19 di kedua TPU tersebut kini telah penuh.

Tak Semua Bioskop Jakarta Ajukan Penambahan Kapasitas

Tak Semua Bioskop Jakarta Ajukan Penambahan Kapasitas – Berikutnya kami akan memberi artikel terpercaya yang sudah kami ringkas dan buat seringan mungkin, agar bisa dibaca oleh segala kalangan,berikut Pemprov yang sebutkan tak semua bioskop meminta pernambahan kapasitas penonton.

Tak Semua Bioskop Jakarta Ajukan Penambahan Kapasitas

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Gumilar Ekalaya, mengatakan, tidak semua manajemen bioskop di Ibu Kota mengajukan penambahan kapasitas pengunjung.

Menurut dia, kapasitas pengunjung bioskop XXI baru diperbolehkan dengan kapasitas 25 persen oleh Pemprov DKI Jakarta.

“XXI menunda pembukaan saat ditetapkan PSBB transisi, sehingga saat perpanjangan PSBB masa transisi harus mengajukan permohonan ulang, dan hanya boleh 25 persen,” kata Gumilar saat dihubungi, Jumat (6/11/2020).

Menurut dia, saat ini hanya pihak CGV dan Cinepolis yang diperbolehkan untuk menambah kapasitas pengunjung bioskop hingga 50 persen. Awalnya kedua manajemen tersebut juga telah mengajukan permohonan ke Pemprov DKI Jakarta untuk penambahan kapasitas pengunjung.

“Untuk CGV dan Cinepolis mereka sudah buka di awal 25 persen. Dan sudah mengajukan penambahan kapasitas jadi 50 persen dan sudah disetujui tim Pemprov,” ungkap Gumilar.

Dilansir dari laman Mind, badan amal kesehatan mental asal Inggris, faktor yang mungkin memainkan peran penting terhadap penyebab fobia salah satunya adalah respons individu terhadap ketakutan mereka sendiri dan lingkungan.

Seseorang dapat mengembangkan ketakutan secara ekstrem bila orang itu sebelumnya pernah menanggapi reaksi ketakutan tersebut.

Selain itu, orang tua yang dalam kehidupan sehari-hari menunjukkan kecemasan atau ketakutan berlebihan, secara tidak langsung dapat memengaruhi psikologis anak untuk mengembangkan fobia yang mirip dengan orang tua.

Bahkan, tidak hanya orang tua, antara saudara kandung pun fobia dapat terjadi berawal dari respons yang dipelajari.

Sebelumnya, Gumilar menuturkan, manajemen bioskop tidak bisa langsung melakukan penambahan kapasitas pengunjung saat pelaksanaan PSBB masa transisi. Penambahan yang dimaksud yakni dari kapasitas 25 persen menjadi 50 persen.
Dilansir dari laman Mind, badan amal kesehatan mental asal Inggris, faktor yang mungkin memainkan peran penting terhadap penyebab fobia salah satunya adalah respons individu terhadap ketakutan mereka sendiri dan lingkungan.

Seseorang dapat mengembangkan ketakutan secara ekstrem bila orang itu sebelumnya pernah menanggapi reaksi ketakutan tersebut.

Selain itu, orang tua yang dalam kehidupan sehari-hari menunjukkan kecemasan atau ketakutan berlebihan, secara tidak langsung dapat memengaruhi psikologis anak untuk mengembangkan fobia yang mirip dengan orang tua.

Bahkan, tidak hanya orang tua, antara saudara kandung pun fobia dapat terjadi berawal dari respons yang dipelajari.

Dilansir dari laman Mind, badan amal kesehatan mental asal Inggris, faktor yang mungkin memainkan peran penting terhadap penyebab fobia salah satunya adalah respons individu terhadap ketakutan mereka sendiri dan lingkungan.

Seseorang dapat mengembangkan ketakutan secara ekstrem bila orang itu sebelumnya pernah menanggapi reaksi ketakutan tersebut.

Selain itu, orang tua yang dalam kehidupan sehari-hari menunjukkan kecemasan atau ketakutan berlebihan, secara tidak langsung dapat memengaruhi psikologis anak untuk mengembangkan fobia yang mirip dengan orang tua.

Bahkan, tidak hanya orang tua, antara saudara kandung pun fobia dapat terjadi berawal dari respons yang dipelajari.

“Jadi bagi bioskop yang sudah buka sebelumnya dengan kapasitas 25 persen mereka harus mengajukan dulu ke Pemprov untuk peningkatan kapasitas menjadi 50 persen,” kata Gumilar.
Dilansir dari laman Mind, badan amal kesehatan mental asal Inggris, faktor yang mungkin memainkan peran penting terhadap penyebab fobia salah satunya adalah respons individu terhadap ketakutan mereka sendiri dan lingkungan.

Baca Juga:Fakta Jakarta Wajib Diketahui

Seseorang dapat mengembangkan ketakutan secara ekstrem bila orang itu sebelumnya pernah menanggapi reaksi ketakutan tersebut.

Selain itu, orang tua yang dalam kehidupan sehari-hari menunjukkan kecemasan atau ketakutan berlebihan, secara tidak langsung dapat memengaruhi psikologis anak untuk mengembangkan fobia yang mirip dengan orang tua.

Bahkan, tidak hanya orang tua, antara saudara kandung pun fobia dapat terjadi berawal dari respons yang dipelajari.

Dilansir dari laman Mind, badan amal kesehatan mental asal Inggris, faktor yang mungkin memainkan peran penting terhadap penyebab fobia salah satunya adalah respons individu terhadap ketakutan mereka sendiri dan lingkungan.

Seseorang dapat mengembangkan ketakutan secara ekstrem bila orang itu sebelumnya pernah menanggapi reaksi ketakutan tersebut.

Selain itu, orang tua yang dalam kehidupan sehari-hari menunjukkan kecemasan atau ketakutan berlebihan, secara tidak langsung dapat memengaruhi psikologis anak untuk mengembangkan fobia yang mirip dengan orang tua.

Bahkan, tidak hanya orang tua, antara saudara kandung pun fobia dapat terjadi berawal dari respons yang dipelajari.

Tak Langsung
Dia menjelaskan, setelah mengajukan permohonan tim dari Pemprov DKI akan melakukan evaluasi terhadap bioskop tersebut. Yakni evaluasi terkait diperbolehkannya peningkatan kapasitas atau tidak.

Hal terpenting lanjut Gumilar, saat mulai beroperasi pertama kali pihak manajemen bioskop harus menerapkan kapasitas 25 persen pengunjung.

“Hasil evaluasi tim pemprov di mana ada Dinas Kesehatan di dalamnya,” jelas dia.

Fakta Jakarta Wajib Diketahui

Fakta Jakarta Wajib Diketahui

Fakta Jakarta Wajib Diketahui – Mungkin anda sudah pernah membaca artikel serupa atau sejenis,tapi artikel ini berbeda karena sudah kami ambil dari sumber terpercaya , berikut mengenai fakta kota jakarta yag wajib anda ketahui.

Bulan Juni ini Jakarta merayakan HUT yang ke-493. Namun, setidaknya ada 5 fakta soal Jakarta yang mungkin belum banyak orang tahu.

Identik dengan kemacetan hingga banjir, Jakarta telah menempuh perjalanan panjang sebelum menjadi kota metropolitan seperti dewasa ini. Tak sedikit pula orang yang berjuang di Jakarta untuk mencari nafkah.

Hanya faktanya, Jakarta yang sekiranya telah kita kenal punya banyak hal yang belum diketahui. Di mana hal tersebut justru menambah keunikan dari Jakarta.

1. Sempat berganti nama 13 kali

Usia Jakarta nyaris 5 abad. Dari sebuah bandar kecil di muara Sungai Ciliwung, Jakarta kini berkembang menjadi kota metropolis. Jakarta sudah 13 kali berganti nama seiring berjalannya waktu.

Diawali sebagai Sunda Kelapa, Jayakarta hingga Stad Batavia, Jakarta punya banyak nama hingga akhirnya disebut demikian. Tahu tidak namanya apa saja?

2. Punya lebih dari 100 pulau

Sebagai provinsi, Jakarta juga mencakup Kabupaten Kepulauan Seribu yang berada di Utara Jakarta. Sesuai dengan Pasal 32 Undang-undang Nomor 34 Tahun 1999, Kecamatan Kepulauan Seribu yang merupakan bagian dari Kotamadya Jakarta Utara ditingkatkan statusnya menjadi Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.
Menariknya lagi, Kabupaten Kepulauan Seribu memiliki setidaknya 110 pulau. Memang tidak sampai seribu sesuai namanya, tapi jumlah itu juga sudah cukup banyak.

3. Kota dengan jumlah mall terbanyak

Tahukah Anda, bahwa Kota Jakarta merupakan kota metropolitan yang termasuk dalam kota dunia dengan mall terbanyak. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai 130 mall.

Diketahui, mall di Jakarta Selatan tercatat yang paling banyak jumlahnya dibandingkan wilayah lainnya. Kalau kamu suka ke mall yang mana dan di mana?

Baca Juga:Jam Operasional Mall di Jakarta dalam Masa PSBB

4. Punya Jakarta Fair dari tahun 1968

Pekan Raya Jakarta (PRJ) digelar pertama kali di Kawasan Monas tanggal 5 Juni hingga 20 Juli tahun 1968 dan dibuka oleh Presiden Soeharto dengan melepas merpati pos pada saat Kota Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Ali Sadikin.

PRJ pertama ini disebut DF yang merupakan singkatan dari Djakarta Fair (Ejaan Lama). Lambat laun ejaan tersebut berubah menjadi Jakarta Fair yang kemudian lebih popular dengan sebutan Pekan Raya Jakarta.

5. Punya kebun binatang pertama di Indonesia

Kebun binatang pertama di Indonesia sendiri dibangun pada 1846, saat Nusantara masih menjadi koloni Belanda. Saat itu Raden Saleh, seorang pelukis kenamaan asal Indonesia, menghibahkan pekarangan rumahnya di daerah Cikini, Jakarta, untuk dijadikan kebun binatang. Tanah yang dihibahkannya seluas 10 hektar.

Kebun binatang tersebut diberi nama Kebun Binatang cikini. Saat itu, Kebun Binatang Cikini sudah memiliki 100 ekor satwa. Satwa tersebut di antaranya adalah banteng, burung, buaya, menjangan tutul, kijang, beruang madu, monyet mantol dan Jawa, dan lainnya.

Posisi Cikini yang berada di pusat kota tidak bisa berekspansi lagi dan dipindahkan ke Ragunan pada tahun 1966. Selanjutnya, adalah seperti yang kita ketahui sekarang.

Jam Operasional Mall di Jakarta dalam Masa PSBB

Jam Operasional Mall di Jakarta dalam Masa PSBB

Jam Operasional Mall di Jakarta dalam Masa PSBB – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang jam operasional mall di Jakarta dalam masa PSBB transisi.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan untuk kembali ke Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi setelah hampir satu bulan menerapkan PSBB ketat jilid II yang dimulai sejak 14 September.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, PSBB Transisi akan berlaku selama dua pekan, yakni mulai 12-25 Oktober 2020.

Dalam aturan PSBB transisi Jakarta, pusat perbelanjaan dan mal diperbolehkan beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan serta sejumlah aturan tambahan. Berikut detail aturannya.

1. Pusat perbelanjaan dan mal kapasitas pengunjung maksimal 50 persen dari besar ruangan
PSBB Transisi Jakarta, Jam Operasional Mal hingga Jam 9 MalamSuasana mall Senayan City, Jakarta pada Senin (14/9/2020) (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Pemrov DKI Jakarta pun mengeluarkan protokol khusus terkait aktivitas industri, perdagangan, koperasi, dan UMKM yang di dalamnya termasuk jam operasional pusat perbelanjaan dan mal.

Dalam peraturan PSBB Transisi, pusat perbelanjaan dan mal diperbolehkan beroperasi mulai pukul 10.00-21.00 WIB. Adapun pengetatan protokol kesehatan tambahan antara lain, maksimal kapasitas pengunjung adalah 50 persen dan setiap tenant mengikuti pengaturan dari Dinas sektor terkait (misalnya restoran mengikuti SK Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif).

 

2. Pasar rakyat jam operasionalmya ditentukan oleh pihak pengelola
PSBB Transisi Jakarta, Jam Operasional Mal hingga Jam 9 MalamIlustrasi pasar.

Berbeda dengan pusat perbelanjaan dan mal, jam operasional pasar rakyat bisa ditentukan oleh pihak pengelola. Mereka juga wajib mematuhi aturan 50 persen kapasitas pengunjung.

Sedangkan untuk pertokoan, retail dan UMKM, Pemprov DKI memberikan izin operasional mulai pukul 06.00-21.00 WIB. Mereka juga wajib mematuhi 50 persen kapasitas pengunjung dari ruangan yang tersedia.

Baca Juga: Jakarta Kembali PSBB Transisi

3. Pabrik dan pergudangan wajib melakukan pendataan tamu
PSBB Transisi Jakarta, Jam Operasional Mal hingga Jam 9 MalamIlustrasi industri pabrik
Untuk pabrik dan pergudangan, pengelola wajib melakukan pendataan pengunjung, dengan buku tamu atau sistem teknologi. Data pengunjung terdiri dari nama pengunjung, Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor handphone, waktu berkunjung/bekerja. Sistem pendataan dapat berbentuk manual atau digital.

Pendataan akan sangat berguna bagi Pemprov DKI untuk melakukan kontak tracing jika terjadi penularan kasus COVID-19 di perkantorann atau tempat bekerja.

Jakarta Kembali PSBB Transisi

Jakarta Kembali PSBB Transisi

Jakarta Kembali PSBB Transisi – Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang DKI Jakarta yang Kembali ke PSBB Transisi yang sdah dirangkum dari sumber terpercaya.

PSBB masa transisi merupakan upaya pelonggaran dari pembatasan masif, menuju pembukaan kembali beberapa kegiatan berlandaskan kondisi aman, sehat, dan produktif. “Nah, dalam masa transisi ini kegiatan sosial ekonomi sudah bisa dilakukan secara bertahap, dan ada batasan yang harus ditaati.

Pemprov DKI Jakarta mengurangi kebijakan rem darurat di Ibu Kota. Mulai 12 Oktober 2020 besok, berlaku Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi.

Keputusan ini diumumkan lewat keterangan tertulis di situs Pemprov DKI, Minggu (11/10/2020). Pemprov DKI menyatakan adanya pelambatan kenaikan kasus positif dan kasus aktif meski masih terjadi peningkatan penularan.

“Melihat hal tersebut, Pemprov DKI Jakarta memutuskan mengurangi kebijakan rem darurat secara bertahap dan memasuki Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi dengan ketentuan baru selama dua pekan ke depan, mulai tanggal 12-25 Oktober 2020,” demikian bunyi keterangan tertulis dari Pemprov DKI.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan keputusan ini didasari beberapa indikator, yaitu laporan kasus harian, kasus kematian harian, tren kasus aktif, dan tingkat keterisian RS Rujukan COVID-19.

Baca Juga: Spot Foto Menarik di Taman Mini

Indonesia Indah

“Yang terjadi selama satu bulan ini adalah kebijakan emergency brake (rem darurat) karena sempat terjadi peningkatan kasus secara tidak terkendali yang tidak diharapkan. Setelah stabil, kita mulai mengurangi rem tersebut secara perlahan, secara bertahap. Kami perlu tegaskan bahwa kedisiplinan harus tetap tinggi sehingga mata rantai penularan tetap terkendali dan kita tidak harus melakukan emergency brake kembali,” terang Anies pada Minggu (11/10).

Anies menjelaskan grafis penambahan kasus positif dan kasus aktif harian mendatar (stabil) sejak dilakukan PSBB ketat, yaitu 13 September 2020. Kemudian, terdapat tanda awal penurunan kasus positif harian dalam 7 hari terakhir.

Anies memaparkan pelandaian pertambahan kasus harian sejak pengetatan PSBB tampak pada grafik kasus onset dan juga pada nilai Rt atau reproduksi virusnya. Grafis onset merupakan grafis kasus positif yang didasari awal timbulnya gejala, bukan pada keluarnya laporan hasil laboratorium.

Warga-Tidak-Akan-Keluar-Rumah-Jika-Belum-Status-Waspada

Warga Tidak Akan Keluar Rumah Jika Belum Status Waspada

fkossmpkotajakarta – Di kawasan Kebon Pala, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, sebagian rumah warga terendam banjir akibat luapan aliran kali Ciliwung, Selasa (22/9/2020) pagi.Warga memilih tak tinggalkan rumahnya meski air menggenang.

Di lokasi sejak pukul 08.30 WIB hingga pukul 10.30 WIB air tampak masih merendam sejumlah rumah salah satunya di RT. 13 RW.04.

Sejumlah warga tampak masih mendiami rumahnya meski air tampak merendam kediamannya. Mereka tampak mendiami bagian lantai 2 rumahnya.

Memang rata-rata di kawasan ini pemukiman warga memiliki rumah minimal dua lantai. Hal itu terjadi lantaran banjir kerap datang menghampiri.

“Enggak ada (mengungsi) . Biasa, biasa kalau banjir besar itu mereka memilih naik ke lantai dua rumahnya. Kalau status waspada baru mereka keluar semua. Biar pun di lantai 2 mereka dipaksa itu juga kalau waspada terpaksa keluar,” kata Sanusi ketua RT setempat ditemui di lokasi, Selasa.

Selain itu, menurut Sanusi, posko pengungsian sebenarnya sudah disiapkan oleh pihak kelurahan Kampung Melayu yakni di area kelurahan itu sendiri. Namun warga memilih tak meninggalkan rumahnya.

Sanusi mengatakan, sekitar 100 Kepala Keluarga di wilayahnya terdampak akibat banjir luapan Sungai Ciliwung tersebut.

“Biasa kalau di sini ya banjir ini kiriman musim hujan di Bogor besar air pasti datang ke sini. Air datang jam 03.00 WIB puncaknya jam 06.00 tadi. Sekarang udah mulai surut,” tuturnya.

Terpantau hingga kekinian air mulai surut disejumlah titik. Sebagian warga yang sebelumnya rumahnya terendam mulai melakukan aktivitas bersih-bersih dari sisa-sisa lumpur akibat banjir.

Baca Juga :Wisata Dufan Yang Menarik Dan Seru Di Jakarta

56 RT Banjir

Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Mohamad Insaf sebelumnya mengatakan ada 56 RT yang kebanjiran. Lokasinya terbagi di lima wilayah kota administrasi.

“Jumlah RT tergenang sebanyak 56 RT,” ujar Insaf dalam keterangan tertulis, Selasa (22/9/2020).

Imbas dari pemukiman yang tergenang, 38 jiwa harus mengungsi. Mereka menempati dua lokasi, yakni Mushola Riyadhul Saadah, Kelurahan Kembangan Utara, Jakarta barat dan Rusunawa Pengadegan, Kelurahan Pengadegan, Jakarta Selatan.

“Jumlah pos pengungsian dua lokasi,” pungkasnya.

Berikut jumlah RT banjir tiap Kota:

1. Jakarta Barat terdapat 9 RT dengan ketinggian 10 s/d 50 cm
2. Jakarta Selatan terdapat 7 RT dengan ketinggian 10 s/d 40 cm
3. Jakarta Timur terdapat 38 RT dengan ketinggian 10 s/d 100 cm
4. Jakarta Utara terdapat 2 RT dengan ketinggian 20 s/d 25 cm
5. Jakarta Pusat sudah surut pukul 08.00 WIB

Soal-Corona-Pemprov-DKI-Jelaskan-Tentang-Munculnya-Klaster-Long-Weekend-Corona

Soal Corona Pemprov DKI Jelaskan Tentang Munculnya Klaster Long Weekend Corona

fkossmpkotajakarta –  Libur panjang berimbas munculnya klaster long weekend terkait virus Corona (COVID-19) di DKI Jakarta. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menjelaskan, hal itu disebabkan oleh adanya hasil laboratorium swasta yang terakumulasi.

“Jadi ada beberapa lab swasta yang belum sempat menyampaikan hasil labnya kemudian terakumulasi dalam libur panjang kemarin, jadi ditambahkan pada saat masuk,” kata Widyastuti kepada wartawan di kawasan Danau Sunter, Jalan Danau Sunter Selatan, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (1/9/2020).

Menurut Widyastuti, tidak semua laboratorium di Jakarta beroperasi 24 jam, terlebih dari swasta. Kondisi ini, kata dia, membuat beberapa laboratorium swasta menyampaikan laporannya secara akumulasi dari hari-hari sebelumnya.

“Karena tidak semua lab 24 jam. Yang 24 jam Labkesda dan Mikrobiologi UI. Sedangkan lab-lab lain tidak 24 jam full. Kita 7 x 24 jam, sehingga ada beberapa lab swasta yang akhirnya menyampaikan laporannya akumulasi dari hari-hari sebelumnya,” ujar Widyastuti.

Widyastuti mengatakan ada sejumlah faktor yang mengakibatkan munculnya klaster long weekend. Salah satunya karena adanya pergerakan masyarakat saat libur panjang yang tak patuh menerapkan protokol kesehatan.

“Tentunya banyak faktor. Selain ada pergerakan orang, juga ada masalah ketaatan suatu protokol kesehatan karena masyarakat yang kurang mematuhi protokol kesehatan,” ungkapnya.

Widyastuti menyebut Pemprov DKI sudah berupaya mengawasi pergerakan masyarakat saat libur panjang. Di antaranya dengan pembatasan kapasitas sebesar 50 persen di tempat-tempat umum seperti yang sudah berjalan selama PSBB masa transisi.

“Untuk suatu libur naik atau tidak naik harus dikaji lebih mendalam. Poinnya adalah ada pembatasan di tempat-tempat umum kan, kan sudah ada regulasi di tingkat kita bagaimana PSBB masa transisi diatur bahwa 50 persen di tempat-tempat umum. Meskipun libur ke tempat umum, tetap ada pembatasan jumlah maupun melakukan protokol kesehatan,” jelasnya.

Sebelumnya, jumlah kasus harian Corona di DKI Jakarta memecahkan rekor dan menembus lebih dari 1.100 kasus per hari. Salah satu penyebabnya adalah klaster long weekend.

Baca Juga : 6 Klub DJ Malam Paling Populer Di Jakarta

Berdasarkan keterangan tertulis Pemprov DKI, jumlah kasus positif Corona di Jakarta pada Minggu (30/8) mencapai angka 1.114. Selama sepekan terakhir, ada tren kenaikan kasus di Jakarta secara signifikan.

Dari jumlah 1.114 kasus, 385 kasus adalah akumulasi data 7 hari sebelumnya yang baru dilaporkan. Pemprov DKI menyatakan sebagian besar terpapar COVID-19 saat libur panjang akhir pekan (long weekend) pada rentang waktu 16-22 Agustus 2020.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, 70% kasus positif pada hari ini adalah kasus yang diambil spesimen pada 24 dan 25 Agustus 2020.

Ia menjelaskan, jika dihitung mundur, masa inkubasi tersering adalah 6 hari (inkubasi adalah lama waktu dari virus masuk sampai dengan menimbulkan gejala), lalu pasien mengakses pemeriksaan PCR 1-2 hari kemudian, maka periode penularan tertinggi terjadi pada 16-17 Agustus 2020.

“Angka pengambilan spesimen pada 27 Agustus juga cukup tinggi, perlu dipertimbangkan efek long weekend 2 minggu berturut-turut. Perlu adanya kewaspadaan dan usaha bersama, baik oleh Pemerintah maupun masyarakat, dalam melihat tren kenaikan kasus ini,” kaya Dwi Oktavia dalam keterangan tertulis di situs Pemprov DKI, Minggu (30/8).

Sejarah jalan Senayan

Sejarah jalan Senayan

Fkossmpkotajakarta.web.id – Merayakan ulang tahunnya yang ke-492 hari ini. Hampir setengah abad, Jakarta kini menjelma menjadi kota impian. Orang-orang keluar kota pergi ke Jakarta untuk mencoba peruntungan mereka. Salah satu alasannya adalah untuk memfasilitasi akses yang dapat diperoleh di ibu kota Indonesia ini.

Di balik ingar bingar dan gemerlapnya, Jakarta memiliki beragam cerita dan kisah masa lalu. Terdiri dari lima Kota Administrasi, yaitu Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Kepulauan Seribu terdapat sejarah yang terkait masa penjajahan. Setiap kota Administrasi Jakarta, ada beberapa wilayah yang cukup terkenal dan tidak asing lagi. Nama-nama wilayah di Ibu Kota itu bahkan dikenal hingga dunia. Sebut saja salah satunya Menteng, Jakarta Pusat. Dikenal sebagai salah satu kawasan elite, rupanya pernah menjadi tempat tinggal mantan Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama.

Selain itu ada Senayan. Di wilayah ini terkenal berdirinya gelanggang olah raga yang acap kali dipakai untuk ajang adu tenaga internasional. Senayan, menjadi salah satu daerah terkenal di ibu kota Jakarta. Ini disebabkan berdirinya stadion olahraga yang sekarang bernama Gelora Bung Karno atau GBK. GBK di Senayan dibangun pada awal 1960-an dengan bantuan Uni Soviet selama era Perdana Menteri Nikita Sergeiwitsj Khrushchev. Tak hanya itu, Senayan juga dikenal karena berdirinya Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)/Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR)/Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Lantas, darimanakah asal nama Senayan? Zaenuddin HM menjelaskan dalam buku karyanya berjudul 212 Asal-Usul Djakarta Tempo Doeloe setebal 377 halaman yang diterbitkan Ufuk Press pada Oktober 2012.

Baca juga : Asal Jalan Matraman

Nama Senayan berasal dari keadaan wilayahnya pada masa lampau. Pada peta yang diterbitkan Topographische Bureau Batavia pada 1902, kawasan Senayan masih ditulis Wangsanajan atau Wangsanayan. Kata Wangsanayan berarti tanah tempat tinggal atau tanah milik seseorang yang bernama Wangsanayan. Sebutan Wangsanayan lambat laun berubah. Hal itu dikarenakan masyarakat lebih mudah mengucapkannya dengan kata Senayan. Wangsanayan kemudian diyakini sebagai seseorang yang berasal dari Bali, berpangkat Letnan, lahir sekitar 1680, dan kemudian tinggal di Batavia.

Jadi, asal muasal nama Senayan sebetulnya dari nama orang tersebut hingga kini menjadi salah satu kawasan yang sangat terkenal di Indonesia. Namun, belum ditemukan keterangan lebih lanjut dari tokoh tersebut, demikian pula tentang sejarah yang berkaitan dengan kawasan yang sekarang dikenal dengan nama Senayan itu.

1 2